Jarang Mendengar Anak-Anak Ingin Jadi Peternak, Ratusan Siswa Diajak Ke Lokasi Ini
Pelajar SD IT Avicena Lasem belajar memeras susu di pusat peternakan kambing etawa Desa Kemadu, Kecamatan Sulang.
Pelajar SD IT Avicena Lasem belajar memeras susu di pusat peternakan kambing etawa Desa Kemadu, Kecamatan Sulang.

Sulang – Belajar tidak hanya di dalam kelas. Tetapi ada kalanya siswa perlu diajak ke tempat lain di luar kelas, yang bisa memberikan tambahan ilmu pengetahuan. Tak sekedar melihat, tetapi juga bisa praktek langsung.

300 an siswa SD IT Avicena Lasem misalnya. Mereka belum lama ini diajak mengunjungi pusat peternakan kambing etawa di Dusun Nyikaran Desa Kemadu, Kecamatan Sulang. Siswa mengamati secara langsung bagaimana cara merawat kambing etawa, kemudian memeras susu, mengolah pupuk dari kotoran kambing dan membuat produk sabun maupun es lilin dari bahan baku susu kambing.

Sofi Ahmad Husnan, salah satu guru SD IT Avicena Lasem menilai lokasi peternakan kambing etawa di Desa Kemadu tersebut cocok sebagai wisata edukasi.

“Kegiatan ini untuk mengisi waktu jeda penilaian tengah semester 2. Biar bisa merefresh siswa setelah 6 hari tes. Tiap tahun kita lakukan seperti ini, dengan tema berbeda-beda, “ kata Shofi.

Shofi menambahkan dipilihnya peternakan etawa untuk menunjukkan kepada anak didiknya bahwa profesi peternak juga menjanjikan apabila dikerjakan sungguh-sungguh. Selama ini mayoritas siswa ketika ditanya apa cita-citanya, hampir tidak pernah menjawab ingin menjadi peternak maupun petani. Rata-rata ingin berprofesi sebagai polisi, tentara, pilot, guru atau dokter.

“Mungkin di mata anak-anak profesi peternak maupun petani kurang menjanjikan atau nggak ada peluang sukses. Dengan datang ke sini, setidaknya anak-anak biar tahu, peternak juga bisa sukses, “ imbuhnya.

Sementara itu, pengelola peternakan kambing etawa Desa Kemadu, Nurul Azizah Khoiriyah mengakui sudah cukup banyak pihak-pihak luar yang mengunjungi pusat peternakan etawa yang kebetulan berada di belakang kediamannya tersebut. Nurul membeberkan dari sisi perawatan kambing, tidak ada masalah. Yang menjadi kendala saat ini adalah perizinan produk olahan dari susu etawa.

“Rata-rata 4 -5 kampus per tahun datang ke sini. Ada dari Undip, Unnes, UNS, UMS Solo juga pernah datang. Di sini luas lahan 2,5 hektar, tapi nggak untuk peternakan semua. Lahan pakan kita sewa lahan Perhutani, soalnya tanah di sini nggak cocok. Kalau kemarau, banyak yang mati, “ tutur Nurul.

Nurul mempersilahkan apabila ada masyarakat maupun kelompok pelajar dan mahasiswa yang ingin datang ke pusat peternakan etawa. Apalagi kelompok ternak di Dusun Nyikaran juga ingin berperan dalam kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Rembang.

“Monggo-monggo saja kalau mau datang ke sini. Sebelumnya dikomunikasikan dulu, biar ada persiapan, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *