Kisah Khoirur Umam Menginspirasi, Tak Menyangka Bisa Kuliah
Khoirur Umam dan Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Khoirur Umam dan Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Kragan – Anak dari keluarga tidak mampu ini tak pernah membayangkan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, karena kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan. Ayahnya seorang petani, sedangkan sang ibu sudah meninggal dunia.

Namun ia berhasil kuliah ke Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, mengambil jurusan Manajemen Perhotelan, karena mendapatkan beasiswa prestasi dari Pemerintah Kabupaten Rembang.

Namanya Khoirur Umam (19 tahun). Remaja warga Desa Kedungringin, Kecamatan Sedan ini, merupakan lulusan MA Riyadlotut Thalabah Sedan tahun 2019. Radio R2B bersama Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang berinisiatif mendatangkan Khoirur Umam ke tengah-tengah kegiatan talk show Halo Bupati Spesial Bupati Mengajar di SMA N I Kragan, hari Jum’at (06 Maret 2020).

Khoirur Umam sempat mendampingi Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengajar di depan ratusan siswa. Hafidz banyak menanyakan kisah Khoirur Umam, bagaimana ceritanya kuliah di Unibraw.

“Pernah kebayang nggak kamu kuliah, “ tanya Bupati.

“Paradigma di desa yang namanya kuliah pasti mahal pak, jadi nggak kebayang. Tapi alhamdulilah bisa kuliah berkat beasiswa prestasi dari Kabupaten Rembang, “ jawab Khoirur Umam.

Khoirur Umam mengaku kali pertama tahu kesempatan beasiswa Pemkab Rembang dari pihak sekolahnya. Begitu diterima di universitas negeri, namanya kemudian diajukan oleh pengurus sekolah ke Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga.

Kebetulan selama di MA Riyadlotut Thalabah Sedan, sejak kelas I sampai III, selalu menduduki ranking 1 dan menjuarai beberapa perlombaan karya ilmiah. Begitu mendapatkan fasilitas beasiswa dari Pemkab, ia bertekad kelak akan memberikan sumbangsihnya untuk Kabupaten Rembang. Tidak mesti harus menjadi pegawai negeri.

“Saya sudah dibiayai Pemkab Rembang, bagaimana saya bisa memberikan kontribusi untuk Kabupaten Rembang, “ tuturnya.

“Lha umpomo sarjanamu nggak bisa nggo urip ning Rembang piye, (Kalau gelar sarajanamu tidak bisa untuk hidup di Rembang, bagaimana-Red), “ kata Hafidz.

Mendengar pertanyaan tersebut, Umam mengaku ingin berwirausaha saja. Sontak, langsung dipuji oleh Bupati.

“Patut dicontoh mas Umam ini. Sudah punya niat mandiri. Sekolah nggak harus jadi pegawai negeri. Yang penting beri kontribusi dan bermanfaat untuk orang lain, “ pungkasnya.

Sejak program kuliah gratis bergulir 3 tahun terakhir, Pemkab Rembang sudah menguliahkan 139 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu. Tahun 2020 ini disediakan lagi kuota sekira 50 an anak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *