Ketika Atlet Berprestasi Menolak Jadi Pegawai BKK, Ini Alasannya
Atlet Muay Thai Kabupaten Rembang saat berlaga.
Atlet Muay Thai Kabupaten Rembang saat berlaga.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang merancang penghargaan yang tepat diberikan kepada atlet olahraga berprestasi. Pasalnya, sejumlah atlet menolak ketika ingin direkrut menjadi pegawai BKK maupun pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan sebenarnya sejak dulu ia ingin memberikan penghargaan kepada atlet olahraga berprestasi, sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten Rembang. Semisal menawarkan atlet senam berprestasi direkrut menjadi pegawai BKK atau PDAM. Tapi yang bersangkutan tidak mau, karena khawatir kariernya di dunia olahraga akan mati, akibat terbebani dengan tugas-tugas perbankan.

“Jadi penghargaan kita bukan uang, melainkan penghargaan untuk masa depan berupa pekerjaan. Kita tawari ke BKK atau PDAM, nggak mau. Khawatir karier saya mati, gitu bilangnya, “ kata Bupati.

Hafidz berjanji tahun 2020 pihaknya akan mengajukan Peraturan Daerah tentang Keolahragaan kepada DPRD. Salah satunya merancang penghargaan kepada atlet berprestasi. Ada sejumlah kajian, termasuk peluang asuransi untuk jaminan masa tua atlet. Dengan langkah-langkah tersebut, ia berharap dapat memotivasi dunia olahraga di Kabupaten Rembang.

“Kita ingin cari mekanisme yang tepat. Mungkin lewat asuransi, sehingga ada jaminan hari tua bagi atlet berprestasi. Paling tidak kita ingin berbuat, agar penghargaan tersebut dapat dinilai masyarakat maupun insan olahraga, “ terangnya.

Sebelumnya, seorang atlet Muay Thai asal Kabupaten Rembang, Dwi Ani Retno Wulan mengaku lebih betah tinggal di Solo, karena dari sisi sarana pra sarana olahraga lebih lengkap. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Rembang kedepan semakin menggairahkan olahraga, karena dengan cara tersebut anak-anak muda dapat menyalurkan bakat, sekaligus mengejar prestasi di luar akademik.

“Saya dapat beasiswa kuliah di Solo dari Muay Thai. Saya di sini mendapatkan keleluasaan berlatih dengan instruktur berpengalaman dan sarana pra sarananya juga memadai. Kalau saya di Rembang terus, mungkin nggak akan seperti sekarang, “ kata atlet warga Desa Ngulaan Kecamatan Bulu ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *