Imbas Bencana Angin, Listrik Di Sejumlah Desa Padam Akibat Tiang Ambruk
Tiang listrik di sebelah utara Pertigaan Ngebrak Desa Tlogotunggal Kec. Sumber ambruk, Rabu (11/12).
Tiang listrik di sebelah utara Pertigaan Ngebrak Desa Tlogotunggal Kec. Sumber ambruk, Rabu (11/12).

Rembang – Dampak dari bencana angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Rembang, menimbulkan aliran listrik di sejumlah lokasi masih padam hingga pukul 20.30 Wib Rabu malam (11 Desember 2019). Hal itu karena tiang listrik roboh, maupun kabel jaringan listrik putus.

Di sebelah utara Pertigaan Ngebrak Desa Tlogotunggal Kec. Sumber, tiang listrik yang roboh menghalangi jalan. Di timur Pertigaan Ngebrak atau Desa Randuagung Kec. Sumber, kabel dari tiang listrik PLN sepanjang 300 an Meter terlepas.

Munawar, seorang warga Desa Grawan Kec. Sumber mengatakan ia bersama rekannya ikut membantu arus lalu lintas di sekitar Pertigaan Ngebrak. Munawar berharap penanganan listrik padam bisa lebih cepat, sehingga tidak terlalu lama mengganggu kegiatan masyarakat.

“Ya listrik padam mas, kuatnya angin membuat tiang listrik sampai patah dan akhirnya roboh. Pengguna jalan yang melintas terpaksa harus berjalan gantian. Semoga listrik padam ini, nggak sampai berhari-hari, “ kata Munawar.

Supervisor teknik PLN Rayon Rembang, Nanang Ari menanggapi sampai pukul 20.30 Rabu malam, daerah yang masih padam diantaranya jalur Desa Babadan sampai dengan Desa Kuangsan Kec. Kaliori, Jurangjero –Sudo – Seren Kec. Sulang dan dari Dusun Pentil Desa Gunungsari Kec. Kaliori sampai Desa Jadi Kec. Sumber. Upaya perbaikan terus dilakukan, agar listrik bisa menyala lagi malam ini.

“Yang arah Sumber ada 4 tiang listrik roboh. Tadi kita cek dulu dan siapkan material untuk recovery. Yang lama biasanya persiapan material. Kalau sudah sampai lokasi, standar kami untuk pengerjaan maksimal butuh waktu 3 jam. Kami optimis malam ini listrik di jalur tersebut akan menyala, “ imbuhnya.

Nanang menambahkan pada musim penghujan, cuaca buruk berpotensi menimbulkan listrik padam. Pohon tumbang menjadi pemicu paling tinggi. Maka untuk menekannya, petugas PLN mengintensifkan rabas-rabas ranting pohon. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *