Diputuskan Pemindahan Pasar Sluke, Pihak Desa Beberkan Tempatnya
Para pedagang Pasar Sluke tampak sedih memandangi tempat berjualan mereka yang hangus terbakar, Jum’at (06/09).
Para pedagang Pasar Sluke tampak sedih memandangi tempat berjualan mereka yang hangus terbakar, Jum’at (06/09).

Sluke – Berbagai pihak terkait menggelar pertemuan mendadak, Jum’at (06 September 2019) pasca kebakaran Pasar Sluke. Keputusannya, disepakati Pasar Sluke direlokasi.

Joko Susilo, seorang pedagang di Pasar Sluke mengatakan pemindahan pasar menjadi sesuatu yang mendesak, supaya pedagang tetap bisa berjualan. Soal dugaan penyebab, Joko menduga karena hubungan pendek arus listrik. Kala itu, api diperkirakan berasal dari bagian belakang, kemudian si jago merah mengarah ke depan dan baru menyamping.

“Intinya kami pengin pasar direlokasi dulu. Habis itu direnovasi atau dibangun. Soalnya ini separuh lebih terbakar. Kalau penyebab, kabel-kabel di sini nggak beraturan. Mungkin saja dari situ, menurut saya lho, “ kata Joko.

Solusi Keluhan Lambung

Kepala Desa Sluke, Tulus Priyo Prasetyo menjelaskan selama ini Pasar Sluke dihuni sekira 140 an orang pedagang. Yang terkena dampak kebakaran 130 an orang. Ia menanggapi Pasar Sluke akan dipindah sementara waktu di lahan belakang KUA Sluke atau sebelah barat pasar yang terbakar. Lahan di lokasi itu termasuk tanah bengkok kepala desa.

“Yang tersisa atau nggak kebakar 8 atau 9. Pasar tetep dibangun, nanti kita rembugan lebih intens sama pedagang. Semua akan kita libatkan, “ kata Tulus.

Tulus menambahkan beberapa waktu lalu ada tawaran dari Pemkab Rembang, mengenai Pasar Sluke akan dibangun dengan anggaran Rp 6 Milyar. Tapi syaratnya, lahan Pasar Sluke dihibahkan kepada Pemkab Rembang, sehingga statusnya berubah dari pasar desa menjadi pasar kabupaten. Tapi pihak desa merasa keberatan atas tawaran tersebut.

“Kalau kita harus hibahkan tanah, pemerintah desa keberatan. Tapi kalau sifatnya pengelolaan sharing, monggo, “ imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sluke, Haryadi meminta dalam relokasi pedagang, Pemerintah Desa Sluke berlaku adil. Salah satunya melalui mekanisme pengundian kapling tempat berjualan di pasar relokasi.

“Nantinya dikelompokkan sesuai dagangan. Deret pakaian sendiri, deret bakul ayam daging sendiri, seperti itu. Biar nggak campur aduk, “ terangnya.

Haryadi menambahkan bagi pedagang yang masih utuh kiosnya, dipersilahkan jika ingin berjualan lagi. Tapi apabila nanti relokasi pasar sudah dimulai, tetap harus ikut pindah. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kecemburuan dengan pedagang lain.

“Nanti begitu relokasi, pasar lama yang terbakar akan dipagari. Tujuan kita baik. Semangatnya roda perekonomian di Kecamatan Sluke nggak terganggu, “ pungkas Camat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *