Saat Pengelola Desa Wisata Ponggok Klaten Datangi Pulau Gede, Mereka Kagum Tapi…
Pohon tumbang di Pulau Gede, karena abrasi. (foto atas) Rombongan foto bareng dengan latar belakang Pulau Gede.
Pohon tumbang di Pulau Gede, karena abrasi. (foto atas) Rombongan foto bareng dengan latar belakang Pulau Gede.

Kaliori – Ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diatasi, sebelum mengembangkan Pulau gede menjadi obyek wisata unggulan. Hal itu terungkap ketika pegawai Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Pulau Gede, sebelah utara Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kamis pagi (22 Agustus 2019).

Saat datang ke pulau tidak berpenghuni tersebut, diikuti pula sejumlah tokoh pengelola desa wisata Ponggok, Klaten. Pegiat wisata Kabupaten Rembang, Romy Adi yang turut mendampingi mereka menjelaskan rombongan berangkat dari pinggir pantai Tasikharjo, sekira pukul 05.00 Wib. Yang di atas perahu, sontak langsung tertarik melihat keindahan matahari terbit atau sunrise dari ufuk timur. Begitu sampai Pulau Gede, disusul lagi dengan suguhan pesona pasir putih.

Saat mengobrol di Pulau gede, pejabat terkait bersama pengelola wisata Ponggok Klaten mengidentifikasi adanya masalah abrasi, minimnya pohon dan kendala sampah yang kedepan harus ditangani.

“Banyak masukan penting yang harus dieksekusi. Mengurangi abrasi menjadi poin kunci, karena jangan sampai lama kelamaan Pulau Gede hilang tergerus abrasi. Begitu pula sampah kiriman, cukup mengkhawatirkan, “ bebernya.

Romy menambahkan dari sisi potensi, menurut pengelola wisata Ponggok, Klaten, Pulau Gede perlu branding yang lebih kuat. Mereka mendorong kalangan pemuda Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori jangan mudah menyerah, untuk terus mempromosikan keberadaan Pulau Gede.

“Mereka kasih saran-saran. Jadi nggak hanya perlu ditata, tapi brandingnya juga harus kuat, biar menjadi obyek wisata yang memiliki daya tarik luar biasa. Temen-temen Klaten ingin membangun optimisme pemuda Tasikharjo, Kaliori, “ imbuhnya.

Kedatangan pihak provinsi dan pengelola desa wisata Ponggok – Klaten ke Rembang bukanlah suatu kebetulan. Tapi seusai dari Pulau Gede, mereka juga mengisi kegiatan di ruangan sebelah timur Museum Kartini, guna menularkan ilmu tentang pemberdayaan sektor pariwisata kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *