Saat Puluhan Pelajar Papua PKL Di Rembang, Suasana Ini Yang Mereka Rasakan
Suasana ketika pelajar dari Papua selesai mengikuti senam di Alun-Alun Rembang, Minggu (01/09). Mereka berbaur dengan warga dan polisi Rembang.
Suasana ketika pelajar dari Papua selesai mengikuti senam di Alun-Alun Rembang, Minggu (01/09). Mereka berbaur dengan warga dan polisi Rembang.

Rembang – Dikala masih ada sejumlah pihak mengangkat sentimen negatif terhadap fanatisme kedaerahan maupun kesukuan, Polres Rembang, Minggu pagi (01 September 2019) menggelar kegiatan yang cukup unik.

Polisi turun ke Alun-Alun Rembang memanfaatkan arena Hari Bebas Kendaraan (car free day), menggelar senam bareng. Tapi kali ini bukan sembarang senam, karena diikuti oleh warga Kabupaten Rembang bersama dengan warga Papua, tepatnya dari pelajar SMK Kehutanan Negeri Manokwari.

Seorang perwira Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Ipda Ryan Mitha Pangesty mengatakan pelajar SMK Kehutanan Manokwari yang berjumlah 31 orang, kebetulan mengikuti semacam praktek kerja lapangan (PKL) di lingkungan Perhutani KPH Mantingan Kabupaten Rembang. Pihaknya melibatkan mereka, karena ingin menonjolkan semangat merajut kebersamaan, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, saat ini juga sedang berlangsung Operasi Patuh Candi, sehingga polisi turut mengkampanyekan tertib berlalu lintas.

“Jumlahnya yang dari SMK Kehutanan Negeri Manokwari ini ada 31 orang, yakni 22 orang laki-laki dan 9 perempuan. Kami mengajak mereka, karena sesama anak bangsa harus rukun. Masyarakat berbaur menjadi satu, tanpa memandang suku maupun warna kulit, “ tegas Ipda Mitha.

Salah satu warga Manokwari, Papua, Vanny menganggap selama berada di Rembang, masyarakat setempat sangat ramah. Bahkan ia merasa seperti di kampung sendiri, karena tidak ada sekat satu sama lain. Contohnya ketika mengikuti senam dalam ajang car free day, sambutan warga membuatnya nyaman. Meski belum saling mengenal, tapi sudah langsung diajak foto bareng.

“Di sini nggak ada yang ganggu, kita seneng bisa PKL di sini. Apalagi tadi senam, bekeringat. Salam damai dari kami untuk warga Kabupaten Rembang, terima kasih pokoknya, “ ungkap Vanny tersenyum.

Puluhan pelajar dari Manokwari Papua ini berada di Kabupaten Rembang sejak tanggal 24 Agustus 2019 lalu. Mereka dijadwalkan mengikuti PKL sampai 09 Oktober mendatang atau lebih dari 1,5 bulan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *