Uji Coba Perdana Sebagian Masih Sexsy, Kamis Malam Jum’at Siap Dipatenkan
Pemandu karaoke di Rembang mulai “uji coba” kenakan busana dari batik tulis Lasem.
Pemandu karaoke di Rembang mulai “uji coba” kenakan busana dari batik tulis Lasem.

Rembang – Ada cara unik, supaya para pemandu karaoke (PK) di Kabupaten Rembang, mulai membiasakan diri, untuk berpakaian lebih sopan. Instansi Satpol PP mewajibkan pemandu karaoke mengenakan pakaian dari bahan batik tulis Lasem, seminggu sekali.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat Dan Penegakan Perda Satpol PP, Teguh Maryadi mengatakan selain untuk menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) yang melarang wanita berpenampilan sexsy saat operasional usaha kafe, salon, maupun warung kopi, pihaknya sekaligus ingin mengenalkan kearifan budaya lokal, berupa batik tulis Lasem. Apalagi kebetulan hampir semua pemandu karaoke, berasal dari luar Kabupaten Rembang.

“Sesuai Perda jelas mengatur hal tersebut, kebanyakan pemandu karaoke itu kan berasal dari luar Kabupaten Rembang. Paling nggak, mereka tahu batik tulis Lasem. Memang sempat bingung nyari, makanya kita arahkan datang langsung ke Lasem. Akhirnya mereka jadi tahu, “ ungkap Teguh, Senin (19 Agustus 2019).

Teguh Maryadi menambahkan busana dengan batik tulis Lasem ini harus dibuat sopan. Misalnya rok selutut atau syukur-syukur mau mengenakan celana panjang. Uji coba pertama, pemandu karaoke memakai batik tulis Lasem saat peringatan HUT Kemerdekaan RI, Sabtu malam (17/08) lalu. Sebagian ada yang sudah sopan, namun sebagian lainnya tetap masih menonjolkan keseksian, dalam balutan batik tulis Lasem. Ketika menjumpai semacam ini, Satpol PP mengingatkan untuk dirubah. Apalagi kebijakan memakai batik tulis Lasem akan dipatenkan, yakni setiap Kamis malam Jum’at.

“Kita punya inisiatif, biar sedikit demi sedikit ada perubahan lebih baik. Kami mulai dari kafe karaoke dulu. Yang kemarin itu ada PK sudah berpakaian batik tulis Lasem sopan, tapi ada pula yang modelnya masih seksi, tidak sesuai harapan kami. Mulai Kamis malam besok, kami wajibkan mulai pakai batik tulis Lasem, yang sopan, “ imbuhnya.

Di Kabupaten Rembang sendiri, terdapat 8 kafe karaoke berizin. Belakangan Kafe Mama Mia di Kecamatan Gunem tutup, sehingga tinggal 7 lokasi. Namun di sisi lain, marak bermunculan kafe karaoke yang belum mengantongi izin. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *