Tergenang Lagi Di Daerah Langganan, 3 Solusi Mengatasi Banjir Pamotan
Genangan banjir di Desa Pamotan, Kecamatan pamotan, Kabupaten Rembang, Sabtu (18/04).
Genangan banjir di Desa Pamotan, Kecamatan pamotan, Kabupaten Rembang, Sabtu (18/04).

Pamotan – Banjir kembali menggenangi jalan Pamotan, dari depan Koramil Pamotan ke utara, sampai depan SMP N 1 Pamotan, Sabtu dini hari (18 April 2026).

Selain faktor hujan deras, banjir juga dipicu oleh kiriman air dari perbukitan Dusun Banyu Desa Kalitengah Kecamatan Pancur, yang berada di sebelah timur Desa Pamotan.

Kepala Desa Pamotan, A. Maskur Rukhani mengatakan tiap kali Dusun Banyu hujan deras, kiriman air ke bawah tergolong sangat besar. Dampaknya, Dusun Palan dan Dusun Tajen Desa Pamotan banjir, karena luapan air dari saluran.

“Air dari Dusun Banyu turun ke Pamotan, kami harus siap-siap menghadapi genangan, kalau sudah seperti itu. Tak heran jika depan Koramil Pamotan ke utara itu, langganan banjir sejak lama,” ujarnya.

Kades yang akrab dipanggil Aang ini menambahkan ada 3 solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Pertama, pengerukan sedimentasi saluran air di sepanjang area rawan banjir.

“Sudah kami usulkan ke tingkat kecamatan, semoga diteruskan ke kabupaten,” beber Kades.

Aang mengimbau masyarakat turut peduli ketika mendirikan rumah, jangan hanya akses jalan manusia yang diperhatikan. Namun saluran jalan air juga menjadi kebutuhan utama.

“Kecenderungan mendirikan rumah, tapi pembuangan air nggak diperhitungkan. Syukur dilengkapi resapan-resapan air, di setiap lingkungan rumah,” imbuhnya.

Selain itu, sejak awal dirinya menjabat Kades, sudah mengusulkan pembangunan Embung Semar di Dusun Tajen. Tujuannya, untuk menampung kiriman air dari Dusun Banyu Desa Kalitengah, sekaligus bisa menjadi sarana irigasi pertanian.

“Sudah kita usulkan sejak saya menjabat Kades. Alhamdulillah tahun ini sudah diturunkan konsultan untuk mengukur Embung Semar. Lokasinya wilayah Perhutani, ikut Dusun Tajen. Kalau Embung Semar ini dapat terealisasi, maka akan menjadi solusi mengatasi banjir,” kata Aang.

Genangan banjir di jalan Desa Pamotan ini terpantau berangsur-angsur surut, sekira pukul 03.00 pagi Sabtu dini hari.

Meski demikian, masyarakat diingatkan tetap mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrim pada masa peralihan musim. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan