Penjualan Emas Jelang Lebaran Tahun Ini Dan Tahun Lalu, Pedagang Ungkap Bedanya
Warga membeli perhiasan di salah satu toko emas di Rembang.
Warga membeli perhiasan di salah satu toko emas di Rembang.

Rembang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, toko-toko emas di Kabupaten Rembang diserbu para pembeli, mayoritas kaum ibu ibu dan remaja wanita.

Stefanus Hendri, pemilik salah satu toko emas di Jl. Kartini Rembang mengatakan kalau dibandingkan dengan hari biasa, momentum mendekati Lebaran, omset penjualan meningkat hingga 50 %. Bisa jadi, kaum wanita ingin tampil gaya dengan memakai perhiasan, saat berkumpul bersama keluarga.

Hanya saja kalau dibandingkan dengan musim menjelang Lebaran tahun 2018 lalu, suasana tahun ini lebih sepi. Ia mencontohkan biasanya mendekati Hari Raya Idul Fitri tidak ada yang mengembalikan barang, tapi sekarang masih ada beberapa warga justru mengembalikan barang. Ia menduga karena pengaruh kondisi ekonomi agak lesu.

“Ya tentu saja kalau membandingkan dengan hari biasa, penjualan menjelang Lebaran tetap naik. Tapi jika dibandingkan sama tahun lalu, menurun. Tahun lalu omset bisa naik sampai 75 %, tapi tahun ini paling kira-kira 50 %. Lha wong tahun ini masih kok ada orang mengembalikan barang. Padahal umumnya kan beli barang ya, “ ungkapnya.

Hendri menambahkan trend emas tahun ini paling banyak didominasi pembelian cincin, sedangkan tahun lalu gelang. Menyangkut naik turun harga, menurutnya tidak terlalu signifikan, yakni rata-rata hanya Rp 5 ribu per gram.

“Harga emas muda kisaran Rp 300 ribuan, untuk emas tua Rp 500 ribuan per gram. Saya kira penurunan dibanding tahun lalu, bukan karena soal harga ya, fluktuasinya nggak seberapa, “ terang Hendri.

Sementara itu seorang pembeli emas dari Sulang, Winarti mengaku lebih senang menukarkan gelang dan cincin lamanya dengan barang baru. Meski harus menambah ongkos lebih dari Rp 2 Juta, namun baginya tidak masalah.

“Demi Lebaran mas, biar keren. Tapi saya nggak ngawur, tetap ada perhitungan. Emas ibaratnya investasi. Tuker tapi tambah bobot. Lha kalau nanti harga pas naik, kadang saya tuker lagi. Biar nggak bosen, “ ujarnya sambil terkekeh. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *