Luncurkan Buku Biografi, Dari Hidup Miskin Hingga Menjadi Bos
Buku Biografi Atna Tukiman diluncurkan. (Gambar atas) Atna Tukiman bersama isteri menyerahkan buku biografi kepada salah satu putrinya, Sabtu malam (11/05).
Buku Biografi Atna Tukiman diluncurkan. (Gambar atas) Atna Tukiman bersama isteri menyerahkan buku biografi kepada salah satu putrinya, Sabtu malam (11/05).

Rembang – Siapa sangka, bos koperasi Bhina Raharja yang juga Komisaris Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada Rembang, Atna Tukiman pernah hidup serba kekurangan. Masa kecilnya dilalui dengan penuh perjuangan. Bahkan kampung aslinya di Kabupaten Gunung Kidul, DIY, kala itu belum ada listrik. Tiap malam, hanya mengandalkan penerangan lampu uplik (minyak tanah-Red).

Atna Tukiman mengisahkan saat mandi pun, belum ada sabun maupun handuk. Singkat cerita, ia pindah ke Rembang, kemudian merintis usaha koperasi dan melebarkan sayap di sektor usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), perhotelan serta rumah sakit. Sekelumit cerita itu ia tuangkan dalam buku biografi yang diluncurkan, tepat pada hari ulang tahunnya ke-68, Sabtu malam (11 Mei 2019), bersamaan pula HUT ke-1 Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada.

Atna mengaku ketika waktu luang, menulis sedikit demi sedikit pengalaman dari masa kecil sampai sekarang, hingga akhirnya menjadi sebuah buku.

Solusi Keluhan Lambung

“Banyak tokoh berhasil di Kabupaten Rembang, namun dari sekian banyak itu belum ada waktu untuk membuat biografi. Ketika ada waktu longgar, ini sedikit-sedikit saya tulis tentang perjalanan hidup saya, “ terangnya.

Atna Tukiman mengungkapkan meski latar belakangnya sebagai Sarjana Ekonomi, tetapi ingin mengabdikan diri di bidang kesehatan. Ia mengakui mengelola rumah sakit, merupakan perjuangan sangat berat. Selain lembaga padat modal, juga padat tekhnologi dan padat permasalahan. Meski demikian, Atna menyampaikan segala permasalahan tersebut akan menjadi sumber inspirasi, untuk semakin mengembangkan rumah sakit kedepan.

“Banyak suka dukanya mengelola rumah sakit. Tapi insyallah setahun berjalan, kami dan manajemen bisa renungkan untuk menjadi lebih baik. Ternyata enjoy-enjoy saja. Kebetulan kami didukung banyak pihak, termasuk dari kalangan ahli yang mumpuni, “ tandasnya.

Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada yang berdiri di pinggir Jl. Rembang – Blora, selatan perempatan Galonan Rembang ini, menempati luas lahan sekira 10 ribu Meter persegi. Statusnya rumah sakit kelas C, meski mempunyai bangunan tingkat 7 lantai. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *