Pihak BPN Rembang Ogah Tanggapi Keluhan Sertifikat Di Facebook, Begini Alasannya
Sertifikat tanah. (Ilustrasi).
Sertifikat tanah. (Ilustrasi).

Rembang – Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rembang tidak akan menanggapi, kalau ada masyarakat mengeluhkan soal pembuatan sertifikat melalui media sosial, termasuk facebook.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Rembang, Atikah menyatakan tidak akan campur tangan lewat facebook. Alasannya, ketika pihaknya ikut menanggapi atau berkomentar, warga yang tidak mengerti duduk permasalahan, cenderung akan ikut – ikutan. Begitu pula keluhan yang disalurkan ke twitter, rata – rata tidak mencantumkan identitas yang jelas.

“Kalau di facebook, orang yang nggak mengerti akan ikut koar – koar. Sekali lagi saya mohon jangan berlama – lama di facebook ngomong gak karuan tentang pelayanan sertifikat. Begitu pula yang masuk ke twitter itu, sering nggak bertanggung jawab. BPN tidak akan menanggapi, kalau nggak jelas. Ada tempat keluhan resminya di Halo Kakan, “ bebernya dalam sebuah kesempatan, baru – baru ini.

Atikah menambahkan seandainya enggan memanfaatkan aduan secara online, dirinya mempersilahkan warga untuk datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional di Jl. Pemuda sebelah selatan Stadion Krida Rembang. Pihaknya sangat terbuka memberikan penjelasan, menyangkut proses pembuatan sertifikat.

“Gentle datang saja ke BPN, ketemu bu Atikah, ketemu siapa saja atau kepala kantor siap membantu keluhan panjenengan. Misalnya 3 tahun sertifikat kok nggak jadi – jadi, itu kenapa, “ imbuhnya.

Sementara itu, Abdul, seorang warga di Sedan menganggap sertifikat cukup penting bagi masyarakat, karena bisa menjadi agunan di bank untuk pinjaman modal. Kepedulian warga mengurus sertifikat belakangan ini kian meningkat. Maka ia berharap BPN Kabupaten Rembang lebih menyosialisasikan, tentang layanan informasi online. Menurutnya, banyak yang belum mengetahui tata cara kalau ingin menyampaikan informasi atau melaporkan keluhan.

“Ya perlu dipergencar sosialisasinya. Semisal kita ada keluhan, nggak perlu jauh – jauh datang ke Rembang, cukup klik dari rumah, tanya lewat online. Gimana caranya, kan perlu ada sosialisasi yang masif ke desa – desa atau semisal lewat media, biar kita tahu gitu lho, “ ujarnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *