Ibu Bayi Pulang Dari Rumah Sakit, Polisi Ungkap Masa Keluarnya Hasil Autopsi
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Kurniawan Daeli (kiri) menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan bayi di Sulang.
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Kurniawan Daeli (kiri) menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan bayi di Sulang.

Sulang – Penyidik Polres Rembang memperkirakan hasil visum dan autopsi bayi laki – laki yang dibunuh di kamar mandi sebuah SMA di Sulang, baru akan keluar hasilnya sebulan lagi.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Kurniawan Daeli mengatakan penyebab kematian bayi bukan ranah kepolisian untuk menjelaskan, tetapi menjadi kapasitas tim medis. Berdasarkan koordinasi dengan petugas laboratorium forensik, hasil visum dan autopsi bayi, baru selesai sekira sebulan. Kalau nantinya sudah memasuki pemeriksaan ibu bayi, pihaknya tentu akan melibatkan psikolog, organisasi perlindungan anak dan Balai Pemasyarakatan Kelas II Pati, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.

“Hak – hak anak harus kami penuhi. Saat ini kami baru menyimpulkan obyek perkaranya dulu. Nanti kalau ada perkembangan, pasti akan kami sampaikan, “ jelas Daeli.

Sementara itu Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa berpendapat lebih baik memperpanjang masa penyelidikan dan mempersingkat waktu penyidikan. Tujuannya, penyelidikan lebih mendalam, sehingga penanganan kasus lebih cepat selesai.

Dalam kasus pembunuhan bayi di Sulang, bisa saja polisi langsung menetapkan ibu bayi menjadi tersangka. Namun penyidik akan memiliki keterbatasan waktu, untuk segera melimpahkan berkas kepada jaksa penuntut umum. Apalagi dibatasi maskimal 2 bulan, termasuk dengan masa perpanjangan.

“Kalau saya jadi penyidik, memilih penyelidikan lebih panjang. Ketimbang penyelidikan lebih pendek dan penyidikan saat tersangka ditetapkan masanya menjadi lama. Selain menguras tenaga, waktu dan biaya, penyelidikan pun akan tidak tajam. Kuncinya, penyidik harus profesional menangani kasus ini, “ terang Kapolres.

Dihubungi terpisah, juru bicara rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, Nurdin Fahrudi menyebutkan ibu bayi, sebut saja Bunga (17 tahun), warga sebuah desa di Kecamatan Sulang sudah pulang dari rumah sakit sejak hari Senin (27/08), setelah 10 hari menjalani perawatan intensif. Namun Bunga masih harus kontrol rawat jalan.

“Bunga diantar mobil rumah sakit sampai ke rumahnya. Hari Kamis kemarin, dia datang lagi ke rumah sakit untuk kontrol, “ kata Nurdin.

Sebagaimana kami beritakan, Bunga disangka membunuh bayinya sendiri di kamar mandi sekolahnya, Sabtu (18/08) lalu. Bayi yang organ tubuhnya sudah lengkap tersebut dihabisi, karena diduga Bunga merasa malu, memiliki bayi dari hasil hubungan di luar pernikahan resmi. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *