Mengintip Sepak Terjang “Pasukan Elite” Pramuka Kwarcab Rembang
Anggota Ubaloka saat membantu Tim SAR Pemkab Rembang, mencari korban tenggelam di laut, belum lama ini.
Anggota Ubaloka saat membantu Tim SAR Pemkab Rembang, mencari korban tenggelam di laut, belum lama ini.

Rembang – Di Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Rembang, terdapat unit khusus yang boleh dibilang sebagai pasukan elite. Yah..namanya Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka). Di Hari Pramuka ke – 57 ini, kami akan mengangkat profil Ubaloka.

Komandan Ubaloka Kwarcab Rembang, Ahmad Yusuf Kurnia menjelaskan untuk menjadi anggota Ubaloka, terlebih dahulu harus sudah menginjak penegak bantara. Seleksinya bervariasi, meliputi gladi ruang, gladi lapang hingga water trappen atau tekhnik mengapung di air, tanpa berpindah tempat.

Menurut Yusuf, Ubaloka mempunyai motto “Yuana Pratidina Bhakti Yojana”. Yuana artinya anak muda, Pratidina siap sedia setiap saat, bhakti yakni berbhakti, yojana perlambang bumi wilayah Indonesia. Kalau digabung, mengandung makna Ubaloka di manapun kapanpun dalam kondisi apapun, harus selalu siap memberikan pertolongan untuk kemanusiaan.

“Seleksinya macam – macam, jadi ya harus siap fisik maupun mental. Kita digembleng seperti itu, tujuannya untuk siap dengan kondisi apapun. Misinya, untuk menolong. Mulai mencari korban tenggelam di laut, ikut bantu saat letusan gunung Merapi, hingga kejadian longsor Brebes, “ tuturnya.

Pria warga Desa Pondokrejo, Kecamatan Bulu ini, menambahkan Ubaloka menjadi wadah kegiatan untuk menolong, terutama dalam hal kebencanaan, sekaligus mengamalkan Dasa Darma Pramuka No. 02, Cinta Alam Dan Kasih Sayang Sesama. Di Kwarcab Rembang, Ubaloka sudah terbentuk sejak tahun 2011 lalu, dan sampai saat ini memiliki anggota aktif 57 orang.

“Ada 5 angkatan mas, sejak tahun 2011. Selain untuk misi pertolongan saat bencana alam, kami juga biasa membantu jalannya kegiatan yang diadakan oleh Kwarcab. Kami bersinergi pula dengan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kebetulan saya kerjanya di Satgas BPBD, “ imbuh Yusuf.

Terkait dengan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Ubaloka Pramuka Kwarcab Rembang, sementara ini menggalang bantuan dana dan bahan makanan dari masyarakat. Namun mereka siap berangkat ke Lombok, apabila sewaktu – waku diperbantukan ke daerah tersebut. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *