Raih Poin Perdana, Rudi “Bogel” Cetak Gol Penyelamat
Rudi “Bogel” Setiawan, mencetak gol penyelamat saat PSIR dijamu Aceh United, Rabu malam (09/05).
Rudi “Bogel” Setiawan, mencetak gol penyelamat saat PSIR dijamu Aceh United. (gambar atas) Pemain PSIR merayakan gol pertama melalui kaki Solikul Islam, Rabu malam.

Aceh – Tim PSIR Rembang akhirnya mampu meraih poin pertama, ketika menghadapi tim Aceh United dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu malam (09/05/2018).

Laskar Dampo Awang, julukan PSIR, berhasil menahan imbang 2 – 2 tim tuan rumah, sehingga PSIR kini mengantongi 1 poin.

Pemain PSIR, Solikul Islam sempat mengagetkan penonton yang memadati Stadion Harapan Bangsa, melalui gol cepatnya pada menit ke 2. Tendangan keras Solikul Islam gagal dihalau kiper Aceh United, Rully Desrian.

Solusi Keluhan Lambung

Pemain PSIR sebenarnya mencetak gol lagi. Namun sayang, wasit Rihul Munandar dari Sumatera Barat menganulir gol tersebut, karena menganggap terlebih dahulu ada pemain PSIR offside.

Skuad Aceh United terus meningkatkan ritme serangan. Menit ke 22, pemain Aceh United, Arianto mencetak gol balasan. Pemain PSIR memprotes gol itu, lantaran menilai belum masuk ke dalam gawang yang dijaga Nanang Hermawan. Wasit tetap pada keputusannya. Bahkan protes keras, membuat dua pemain PSIR, kiper Nanang Hermawan dan striker Koko Hartanto mendapatkan kartu kuning dari wasit. Skor berubah 1 – 1.

Setelah menyamakan kedudukan, striker Aceh United, Arianto kembali mencetak gol, sehingga kedudukan menjadi 2 – 1, sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, jual beli serangan tak terelakkan. PSIR kemudian lebih banyak mengandalkan serangan – serangan balik. Hasilnya cukup efektif. Pada menit 87, melalui skema serangan balik, pemain PSIR, Rudi “Bogel” Setiawan menerima umpan lambung. Ia yang tidak terkawal, langsung menceploskan bola ke sisi kanan dan gollll. Rudi menyelamatkan PSIR dari kekalahan, karena skor 2 – 2 bertahan sampai pertandingan selesai.

Pelatih Aceh United, Simon Pablo Elissetche mengaku kecewa, karena kehilangan banyak peluang.

“Banyak peluang yang tercipta, namun tak bisa menambah gol. Sebenarnya target kami menang di kandang sendiri, “ ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento bersyukur timnya mendapatkan 1 poin, yang kebetulan merupakan poin perdana.

“Kita bisa mencuri satu poin, ini sangat berharga untuk modal pertandingan berikutnya, “ kata Rento, sapaan akrabnya.

Hadi menilai pada pertandingan kali ini, penampilan anak asuhannya mulai meningkat. Meski demikian, pihaknya akan mengevaluasi beberapa kelemahan yang harus diperbaiki.

Usai melawan Aceh United, PSIR akan langsung balik ke Rembang, guna menyiapkan pertandingan di kandang sendiri melawan Cilegon United, 14 Mei mendatang. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *