Tiga Balita Terkena DB, Pihak Desa Pamotan Gerak Cepat
Fogging untuk menekan serangan demam berdarah, berlangsung di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Sabtu (27/01).
Fogging untuk menekan serangan demam berdarah, berlangsung di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Sabtu (27/01).

Pamotan – Setelah ada tiga Balita terserang demam berdarah, pihak Desa Pamotan Kecamatan Pamotan langsung gerak cepat melakukan penanganan.

Kepala Desa Pamotan, A. Maskur Rukhani menuturkan Balita yang terkena demam berdarah tersebar di Dusun Tegalrejo, Candisari dan di depan SMA N Pamotan.

“Tegalrejo itu berbatasan dengan Desa Bangunrejo, sebelah timur sana. Informasi yang kami terima, tiga pasien DB sempat diopname,” ungkapnya.

Langkah pertama, Pemerintah Desa Pamotan mengajukan fogging atau pengasapan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang.

Ia beralasan usulan fogging ke Dinas Kesehatan harus melewati mekanisme cukup panjang. Lantaran kebutuhan fogging sudah mendesak, sehingga desa berinisiatif meminta bantuan PMI.

“Namun tetap dengan pendampingan dari Puskesmas setempat, kami koordinasi dengan bu Yuanita dari Puskesmas Pamotan, terkait hal ini. Kebetulan di PMI ada peluang untuk itu, makanya kita mengajukan,” kata Kades yang akrab dipanggil Aang ini.

Fogging berjalan pada hari Sabtu (27 Januari 2024), langsung ke sasaran di sekitar lokasi lingkungan Balita yang terjangkit demam berdarah.

“Kita bersama-sama tadi. Warga menyampaikan terima kasih atas upaya fogging, karena memang sudah ditunggu-tunggu oleh mereka. Termasuk siswa-siswa PAUD tadi,” imbuhnya.

Selain pengasapan, A. Maskur Rukhani juga mengimbau masyarakat lebih mengintensifkan bersih-bersih lingkungan melalui gerakan 3 M (menguras bak air, menutup penampungan air dan mengubur barang-barang bekas).

“Tiap hari Jum’at dan Minggu, warga sudah gencar menggelar bersih-bersih. Rutin dilaporkan ke kami, mohon langkah-langkah ini kedepan terus dioptimalkan,” pungkas Kades Pamotan.

Sebelumnya, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mengajukan belanja tidak tersangka (BTT) kepada Pemkab Rembang sebesar Rp 145.700.000, guna menangani lonjakan penderita demam berdarah.

Anggaran tersebut, salah satunya akan dipakai untuk fogging. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan