
Sale – Akses lalu lintas warga Dusun Bancang Duwur Desa Bancang Kecamatan Sale, berangsur-angsur mulai normal kembali, setelah adanya peristiwa jembatan putus di kampung tersebut.
Namun belum pulih 100 %, karena jembatan darurat yang selesai dibangun, baru bisa dilalui kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat atau lebih, harus memutar ke jalur lain, masuk wilayah provinsi Jawa Timur.
Camat Sale, Imron ketika dikonfirmasi Selasa siang (29/11) menjelaskan pasca runtuhnya jembatan, masyarakat langsung sigap bahu membahu membangun jembatan darurat, terbuat dari kayu jati.
Dengan konstruksi seadanya, belum bisa dilewati mobil, sehingga pengguna mobil harus berjalan memutar ke wilayah Desa Tawaran Kecamatan Kenduruan – Kebonharjo Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Dua hari pembuatan jembatan darurat selesai. Dari kayu jati gelondongan, kemudian atasnya dikasih kayu papan. Kalau ada mobil yang lewat, ya ke selatan dikit lewat Kenduruan – Kebonharjo, Jatim. Soalnya Bancang memang berada di daerah perbatasan antar provinsi, “ terangnya.
Imron menimpali pihaknya sempat menanyakan rencana pembangunan jembatan permanen kepada pihak Pemkab Rembang. Ia berharap tahun 2023 bisa terealisasi.
Mengingat jalur tersebut cukup penting bagi masyarakat setempat, utamanya warga Bancang Duwur yang dihuni 131 kepala keluarga (KK).
“Kami sempat menanyakan kepada kepala BPBD bu Anjar, insyaalah tahun 2023 akan dianggarkan untuk jembatan baru. Soal ukuran jembatan yang runtuh, kira-kira panjangnya 10 Meter, lebar 3,5 Meter, “ imbuh Imron.
Ia membenarkan dalam beberapa waktu terakhir curah hujan cenderung meningkat di Kecamatan Sale. Pihaknya sebatas berdo’a jembatan darurat di Desa Bancang akan kuat bertahan lama dan tidak terjadi banjir susulan.
“Semoga aman, sampai nantinya dibangun jembatan permanen, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

