
Rembang – Peristiwa pencurian yang tak lazim terjadi di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dalam periode antara bulan Juli hingga Agustus 2022 ini.
Barang yang menjadi sasaran pencurian adalah box KWH meteran listrik di tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU). Pelaku tidak mengambil lampu maupun meteran listrik, tetapi menggasak sejumlah komponen, yakni perangkat MCB, timer pengatur waktu dan kontaktor.
Hingga awal Agustus, Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang sudah menemukan lebih dari 20 titik box KWH meter dibobol pencuri, menyebar ke jalan Rembang – Blora, jalur Pantura dan jalan antar kecamatan.
Kondisi terparah terjadi di sepanjang jalan nasional Rembang – Blora, sedikitnya ada 9 lokasi box LPJU dijarah maling.
Nilai kerugian setiap box, ditaksir Rp 1 Jutaan. Namun dampak yang ditimbulkan sangat besar, karena sebagian ruas jalan Rembang – Blora gelap gulita pada malam hari. Akibatnya, rawan kecelakaan di tikungan-tikungan tajam.
Seorang warga yang tinggal di perbatasan Rembang – Blora, Hardi menceritakan LPJU padam total di area perbatasan kedua kabupaten sekira seminggu terakhir, ditarik mundur per tanggal 03 Agustus 2022. Berulang kali ada pengendara sepeda motor terjatuh.
“Nggak tahu kan pak kalau di situ tikungan tajam, kasihan, tahu-jatuh jatuh, “ ujarnya, Rabu malam (03/08).
Ia juga heran, kenapa lampu di perbatasan Rembang padam semua, sedangkan lampu di titik jalan masuk Blora menyala semua.
“Ya heran saja, yang di sini mati semua, di sana terang semua, “ imbuh Hardi.
Karena merasa penasaran, saya coba mengecek lampu penerangan dari arah Blora. Ternyata benar, khusus lokasi perbatasan, kondisinya terang benderang. Namun begitu masuk Kabupaten Rembang, gelap gulita. Tak ada satupun lampu menyala.
Warga lain di Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Siti Lestari menuturkan tidak semua box LPJU dicuri. Ia mencontohkan lampu dari Masjid Kemadu ke selatan padam, tapi dari Masjid ke utara menyala.
“Warga ya heran, ada yang nyala, ada yang padam, “ tuturnya.
Sementara itu, Jumari, warga di selatan gudang tembakau PT. Sadana Arif Nusa Kemadu, Sulang sempat heran, kenapa lampu yang semula menyala, tiba-tiba padam. Ia tidak pernah menyangka telah terjadi pencurian.
“Jalan sini kan ramai pak, jadi nggak pernah curiga kalau ternyata box nya dicuri orang, “ kata Jumari.
Jika melihat situasi TKP, pelaku pencuri tergolong nekat, karena aksinya tak sekedar memilih di lokasi yang dekat hutan, tapi juga dekat dengan perumahan penduduk. Semisal di sebelah utara KUA Bulu.
Jeda jarak 100 meter lagi ke utara, ikut Desa Jukung Kecamatan Bulu, deretan lampu jalan menyala. Dengan ditemani warga, saya coba mengecek box KWH meteran yang kebetulan tidak disatroni pencuri. Semua perangkat MCB, kontaktor dan timer masih terpasang lengkap.
Atas kasus pencurian fasilitas umum ini, Bupati Rembang, Abdul Hafidz merasa geram. Ia memastikan pihak Pemkab sudah melapor ke Polres Rembang.
“Sudah, sudah kita laporkan, kalau fasilitas umum jangan diganggu lah. Ini kita kembangkan ke lokasi lain, biar tahu berapa jumlah semua yang dicuri, “ tandasnya.
Bupati berharap kasus tersebut dapat terungkap, untuk mencari tahu siapa pelakunya dan apa motifnya. Kalau ada dugaan motif sabotase, untuk mengesankan jalan gelap, pemerintah tidak bekerja, baginya perlu diusut tuntas.
“Kalau motifnya pengin dapat uang mungkin beda ya, kita nggak ingin mencari orang supaya dihukum, tapi kalau sudah mengarah ke sabotase, harus ditangani serius itu, “ beber Bupati.
Untuk perbaikan lampu yang padam, Pemkab Rembang tidak bisa serta merta menangani, karena harus menunggu kesiapan anggaran. Tapi kedepan ia setuju, apabila dievaluasi, sehingga box KWH meteran listrik LPJU tidak mudah dicuri orang.
“Kita evaluasi, gimana caranya agar tidak mudah dicuri. Soalnya kita mau pasang LPJU baru, lebih dari 800 titik ini, “ imbuhnya.
Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan menanggapi atas laporan Pemkab, pihaknya akan melakukan penyelidikan, untuk menangkap tersangka pelaku.
Pihak kepolisian juga khawatir kalau jalan gelap, rawan mengakibatkan kecelakaan dan tindak kejahatan.
“Kita lidik dari informasi yang kita dapat. Kalau sudah ketangkep pelakunya, baru bisa kita ketahui motifnya, “ ujar Kapolres.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, aparat Polres Rembang juga menggiatkan patroli, terutama di jam-jam rawan.
“Ya kami tingkatkan patroli, untuk antisipasi, biar nggak terulang lagi dan memberikan rasa nyaman bagi pengguna jalan, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

