
Rembang – Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang siap mengerahkan 4 orang dokter hewan dan 40 tenaga lapangan paramedis, untuk melaksanakan vaksinasi pada ternak sapi, dalam rangka mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, Selasa siang (21/06) menuturkan jika personil tersebut masih kurang, pihaknya akan meminta kepada pegawai kantor maupun petugas penyuluh pertanian, guna ikut membantu, sehingga vaksinasi akan lebih cepat selesai.
Sedangkan menyangkut sarana penunjang, mulai tempat penyimpanan vaksin dan sejenisnya, sudah dicek oleh pihak Kementerian Pertanian. Ia memastikan semua sudah siap.
“Kami telah dicek kesiapan tenaga maupun sarana pra sarananya, seperti kulkas, box dan yang lain-lain. Kalau bisa, tidak membutuhkan waktu lama di tempat penyimpanan. Semoga kita dapat penjadwalan lebih awal, “ ungkapnya.
Agus menambahkan jumlah populasi ternak sapi di Kabupaten Rembang sekira 147 ribu ekor, sedangkan yang terkena PMK pada kisaran angka 3.200 an ekor.
Saat ini pihaknya masih memetakan ternak sapi yang layak mendapatkan vaksinasi, berdasarkan data desa dan kecamatan. Setelah itu diajukan ke pemerintah pusat. Pusatlah yang akan menentukan jumlah droping vaksin.
Agus berharap akan mendapatkan kuota agak besar, mengingat populasi sapi cukup tinggi dan tingkat serangan juga tinggi.
“Kita prioritaskan untuk sapi-sapi yang sehat dulu, biar nggak semakin menyebar. Kita masih menunggu berapa kuotanya, karena pusat yang menentukan, “ terang Agus.
Menyangkut waktu vaksinasi, Agus menyebut belum ada jadwal pasti. Tapi ia menilai lebih cepat, lebih baik.
Di Jawa Tengah sendiri, vaksinasi ternak sapi kali pertama berlangsung di Desa Mertan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo tanggal 18 Juni 2022 dan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Musyafa Musa).

