
Sedan – Warga Dusun Sumberagung (Galanter) Desa Sambiroto, Kecamatan Sedan, Sabtu siang (04 April 2026) menggelar aksi.
Mereka melarang alat berat maupun truk tambang melintas di jalan Dusun Sumberagung, karena merasa kecewa berat. Alat berat maupun truk pun tertahan di pinggir jalan.
Selain truk bermuatan pasir merusak jalan, warga juga menuding kurang ada kepedulian dari pihak penambang.
Amir Ahmad, salah satu warga Dusun Sumberagung Desa Sambiroto menyatakan aktivitas tambang sudah berjalan cukup lama.
“Kami yang terkena dampaknya,” ujarnya.
Pada hari Jum’at kemarin, warga sepakat iuran secara swadaya untuk memperbaiki jalan rusak.
“Dari pihak penambang sudah dihubungi, nggak ada kejelasan,” keluhnya.
Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, ketika jalan rusak, ada bantuan perbaikan. Begitu pula, saat turun hujan, kondisi jalan licin dan sering mengakibatkan kecelakaan.
Janji akan ada pembersihan, ternyata tidak sesuai kesepakatan. Hal itu yang membuat masyarakat jengkel.
“Warga sudah muak, dikasih janji-janji saja. Jum’at kemarin rapat, kita sepakati alat berat dan truk tambang nggak boleh lewat,” kata Ahmad.
Masyarakat sudah kompak menolak truk tambang dan alat berat melintas. Ia mempersilahkan penambang mencari jalur lain.
“Silahkan lewat saja ke Lodan Kulon, Kecamatan Sarang, itu kan bisa tembus sampai kesana,” imbuhnya.
Aksi penolakan masyarakat, sempat memicu ketegangan dengan pihak penambang.
Penambang berpendapat jalan merupakan jalan umum. Penambang juga sempat menawarkan siap bertanggung jawab, namun langsung ditolak warga.
“Wis gak percoyo pak, wis gak sekali dua kali iki. Wis banget angele,” teriak warga.
Sementara itu, Kapolsek Sedan, Iptu Suroto menyampaikan pihaknya menunggu informasi lengkap dari Kepala Desa Sambiroto, untuk menjelaskan kejadian tersebut.
“Belum ada laporan dari pak Kades, tentang hal itu. Nunggu dari Kades nggeh, biar besok kami konfirmasi dulu,” kata Kapolsek.
Sebelumnya, gerakan masyarakat Desa Sudan, Kecamatan Kragan juga melakukan langkah serupa. Mereka menolak truk tambang melintas di jalan perkampungan, karena terganggu polusi udara.
Armada truk tambang akhirnya melintas di jalan khusus tambang.(Musyafa Musa).

