
Rembang – Inspeksi mendadak pengecekan bus maupun angkutan travel di Terminal Rembang, hari Selasa (03 Maret 2026) ditemukan ban pecah hingga badan bus yang kurang layak.
Ban pecah dijumpai pada salah satu armada bus Sarang – Tayu, tepatnya ban bagian belakang sebelah kanan.
Sedangkan badan bus yang kondisinya sudah mengalami kerusakan cukup parah, ditemukan pada sebuah bus jurusan Semarang – Surabaya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Nur Purnomo Mukdi Widodo menjelaskan ban pecah, dikhawatirkan rawan memicu kecelakaan.
Selain mengingatkan langsung pengemudi bus, temuan itu juga akan disampaikan kepada pemilik bus, supaya ditindaklanjuti.
“Soalnya kalau ban pecah seperti itu, dipaksakan untuk jalan, akan sangat rawan. Sebelum ada kejadian yang fatal, kita ingatkan,” tandasnya.
Sedangkan badan bus yang rusak, masih bisa ditoleransi. Meski demikian, awak bus tetap diperingatkan, supaya ada perbaikan.
“Filternya pada waktu uji kir kendaraan tiap 6 bulan sekali. Di situ, semua nanti ada pengecekan lagi,” imbuh Nur Purnomo.
Selain mengecek kendaraan, sopir bus dan travel diminta untuk mengecek kesehatan di pos kesehatan yang sudah disiapkan, sekaligus tes urine guna mengetahui kemungkinan penggunaan Narkoba.
Kegiatan semacam ini digelar bersama Satlantas Polres Rembang, Dokkes Polres dan Dinas Kesehatan, sebagai bagian mematangkan persiapan, menjelang arus mudik Lebaran tahun 2026.
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty menyampaikan tidak hanya kondisi kendaraan, tetapi kondisi pengemudi juga harus diperhatikan.
“Makanya, dalam kegiatan kali ini ada Dokkes Polres Rembang dan Dinas Kesehatan dilibatkan, untuk mengetahui kesehatan dari awak pengemudi. Bebas Narkoba atau nggak. Sejauh ini, belum kita temukan yang positif,” beber Kasat Lantas.
Setelah dari Terminal Rembang, pengecekan kendaraan yang dipakai untuk armada arus mudik dan arus balik lebaran, akan dilanjutkan ke sejumlah garasi bus. (Musyafa Musa).

