
Gunem — Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Wijaya Kusuma Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang berhasil mencatatkan pertumbuhan neraca hingga Rp 2 Miliar sepanjang tahun 2025, setelah melakukan transformasi tata kelola dan pengembangan unit usaha.
Capaian itu terungkap saat Musyawarah Antar Desa (MAD) pertanggungjawaban BUMDesma Wijaya Kusuma pada hari Rabu (07 Januari 2026).
Selain penyampaian laporan kinerja tahun 2025, acara yang mengusung tema “Tumbuh Berkelanjutan Melalui Digitalisasi, Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Desa” ini, juga berlangsung pemaparan rencana anggaran belanja (RAB) tahun 2026.
Camat Gunem, Fajar Dwi Sasongko menyampaikan apresiasi atas kinerja BUMDesma, yang sebelumnya stagnan menjadi organisasi yang berkembang secara progresif.
“Tidak ada organisasi sempurna, tetapi apa yang dilakukan BUMDesma Wijaya Kusuma Gunem sudah berada pada jalur yang sangat baik. Transformasi dari sistem manual menuju digitalisasi data, arsip, hingga laporan keuangan menunjukkan keseriusan dalam membangun tata kelola yang modern, tanpa meninggalkan peran utamanya mendukung program pemerintah, khususnya ketahanan pangan. Kami juga apresiasi BUMDesma Wijaya Kusuma yang meraih juara III Krenova Kabupaten Rembang,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Dan Penataan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, menilai BUMDesma Wijaya Kusuma Gunem sebagai contoh transformasi eks PNPM Mandiri yang berhasil.
“Di tengah kegalauan ekonomi dan dana desa yang saat ini sedang menurun drastis, BUMDesma Wijaya Kusuma Gunem justru tampil gemilang dan mampu membangun ekosistem baru di bidang permodalan, pertanian, dan peternakan. Inilah transformasi yang diharapkan—bukan mematikan, tetapi menumbuhkan,” kata Bambang.
Bambang menimpali Bumdesma yang semula hanya memiliki 1 unit usaha, kini meningkat menjadi 4 usaha.
“Dari fokus pada pembiayaan kelompok, kini meluas menjadi delapan layanan yang dapat diakses masyarakat. Tidak hanya pada sisi unit usaha dan pelayanan, tapi hal itu juga dipertegas dari sisi laporan keuangan yang selama 3 tahun ini terus tumbuh. Semula hanya 5,2 milyar kini nilai valuasi neracanya mampu mencapai Rp 10 Milyar lebih,” terangnya.
Tambah Modal
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat BUMDesma Wijaya Kusuma Gunem LKD, Parji, sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Gunem, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kemajuan yang telah dicapai.
“Seluruh ikhtiar yang telah dilakukan BUMDesma Wijaya Kusuma Gunem harus terus dijaga. Kami sebagai orang tua dari BUMDesma Kecamatan Gunem tentu akan mendukung penuh setiap program yang baik. Selama tiga tahun terakhir, kami 16 kepala desa bangga atas kinerja luar biasa jajaran pengurus operasional Bumdesma Wijaya Kusuma,” ungkapnya.
Sementara itu, Saechu, selaku Ketua Dewan Pengawas, menyebut kinerja Bumdesma selama tahun 2025 melampaui target.
“Tahun ini melampaui target. Biasanya pertumbuhan valuasi berada di angka satu miliar, kini mencapai dua miliar di tahun 2025. Ini capaian yang mantap. Digitalisasi data dan sistem yang dilakukan pengurus juga sangat membantu kami dalam menjalankan fungsi pengawasan,” tutur Saechu.
Rapat MAD akhirnya menyetujui Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Operasional Tahun 2025, serta mengesahkan Rencana Anggaran Belanja Tahun 2026. (Musyafa Musa).

