Bupati Kunjungi Mbah Kasnadi, Beri Pesan Khusus Untuk Pendamping PKH
Bupati Rembang, Harno berdialog dengan petugas pendamping PKH, seusai mengunjungi Mbah Kasnadi, di Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Jum’at pagi (24/04).
Bupati Rembang, Harno berdialog dengan petugas pendamping PKH, seusai mengunjungi Mbah Kasnadi, di Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Jum’at pagi (24/04).

Sumber – Bupati Rembang, Harno berkunjung ke rumah Mbah Kasnadi (66 tahun) di Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Jum’at pagi (24 April 2026).

Harno mengaku terketuk hatinya saat membaca berita Mbah Kasnadi lumpuh puluhan tahun, namun bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)-nya justru dicabut.

Setelah melihat langsung kondisi Mbah Kasnadi, Harno menilai bahwa yang bersangkutan layak menerima PKH.

“Saya menyempatkan bisa ketemu langsung. Setelah melihat langsung, ada yang kurang pas PKH (dicabut). Makanya saya ajak pihak desa, bu camat, PMI, pendamping PKH cari solusi. Bantuan PKH akan diusulkan lagi (ke pusat),” terangnya.

Ia secara khusus meminta kepada petugas PKH lebih cepat menindaklanjuti, kalau ada keluhan masyarakat yang seharusnya dapat PKH, justru tidak mendapatkan.

“Kalau layak, ya bagaimana caranya cari solusi, biar tetap dapat PKH. Kalau kecorek, yang nyorek siapa. Desilnya naik. Pantas naik nggak, kalau nggak pantas naik ya tugas kita semuanya,” imbuh Bupati.

Harno menambahkan untuk kebutuhan pokok Mbah Kasnadi berupa bahan makanan, ia memastikan Pemkab dan Pemerintah Desa siap menanggung.

“Nggak usah dipikirkan, yang penting untuk kebutuhan pokok beliau-nya, kita cukupi,” tandas Bupati.

Bupati juga sempat menawarkan bagaimana kalau Mbah Kasnadi dirawat di rumah sakit. Namun Mbah Kasnadi enggan meninggalkan rumahnya. Ia memilih tetap terbaring di atas tempat tidur.

“Saya tawari dibawa ke Rumah Sakit pripun, tapi beliaunya tidak mau. Kepengin di rumah saja. Saya perintahkan agar kondisi kesehatannya rutin dicek, paling tidak oleh Puskesmas terdekat,” terangnya.

Sementara itu, Mbah Kasnadi bersyukur bisa bertemu dengan Bupati Rembang, Harno.

Ia membenarkan menolak dibawa ke rumah sakit, lantaran tidak ingin terlalu merepotkan keponakannya yang selama ini setia merawatnya.

“Teng griyo mawon mas, kulo boten purun teng rumah sakit, ben boten ngangelno ponakan kulo. Kondisi kulo nggeh mpun ngeten. Mpun seneng, alhamdulilah kepanggih pak Bupati,” kata Mbah Kasnadi.

Dulu saat masa Bupati Rembang, Abdul Hafidz, ia juga pernah mengunjungi Mbah Kasnadi.

Kala itu rumahnya masih gubuk reyot. Selanjutnya, atas bantuan program bedah rumah, rumah Mbah Kasnadi direhab, sehingga bisa berdinding tembok dan memiliki listrik sendiri.

Pemkab juga mengupayakan bantuan uang tunai setiap bulan dari Baznas Rembang, untuk sekadar biaya hidup. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.