
Gunem – Warga Desa Gunem, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, merasa was-was, karena kemunculan kera-kera liar yang masuk ke dalam perkampungan penduduk.
Rani Rosidah, salah satu warga Desa Gunem mengatakan tempat tinggalnya jauh dari hutan. Selain itu, di lingkungan sekitar juga tidak ada yang memelihara kera.
“Boten wonten yang memelihara kera, nggak tahu kera dari mana,” tuturnya, Jum’at (24/04).
Kera-kera tersebut diperkirakan berjumlah 3 ekor. Salah satunya sempat masuk ke dalam rumahnya, kemungkinan lewat dapur, karena kebetulan tanpa atap (konsep terbuka).
Begitu tahu kera masuk, ia sendiri sangat terkejut, dan langsung lari menjauh.
“Pagi hari di atas genteng, angkruk-angkruk, saya gusah, terus nggak ada. Siangnya lagi, malah sudah masuk di dalam ruang makan,” kata Rani.
Rani berulang kali melemparkan berbagai macam barang, untuk mengusir kera tersebut, hingga akhirnya berhasil keluar rumah.
“Sambil agak ngejar juga, soalnya campur rasa takut, kalau nyerang balik. Pokoknya apa pun saya lemparkan, biar lekas pergi,” ungkapnya.
Rani menambahkan sejauh ini belum ada langkah-langkah tindakan. Dirinya bersama warga lain sebatas siaga.
Harapannya, tidak sampai terlalu mengganggu masyarakat. Syukur-syukur ada penanganan, sehingga bisa dievakuasi.
“Cuman ya itu lho was-was kalau masuk rumah. Saya ya waspada. Biasanya kalau ke belakang atau aktivitas ke kebun, tengak-tengok dulu. Kalau ayam-ayam seperti ramai, lalu berhamburan, berarti tandanya kera datang. Sore tadi dipergoki masuk kandang kambing milik warga,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gunem, M. Ansori menduga kera yang masuk ke permukiman penduduk adalah kera liar, karena di habitat aslinya kekurangan makanan.
“Posisinya di ujung selatan, dari Balai Desa Gunem ke selatan terus. Sekitar depan rumah mbah Modin, pernah terpantau,” bebernya.
Ansori menyarankan kera jangan diburu atau ditembak. Selama tidak mengganggu masyarakat, lebih baik dibiarkan saja.
“Kasihan, jangan diburu. Sama-sama cari makan kok,” kata Kades.
Pihaknya akan memantau perkembangan kedepan. Kalau kondisinya semakin meresahkan warga, Pemerintah Desa Gunem siap melaporkan kepada pihak berwenang.
Mengingat, untuk menangkap kera hidup-hidup tergolong susah.
“Kalau bisa diamankan hidup-hidup, lalu dikembalikan ke habitat aslinya di hutan,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

