
Sulang – Pembangunan Sekolah Rakyat di pinggir jalan Rembang – Blora, Desa Kaliombo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang menyedot anggaran sekira Rp 1,3 Miliar.
Anggaran bersumber dari APBN atau tingkat pusat. Pembangunan dikerjakan oleh Adhi-Minarta KSO dan dijadwalkan selesai bulan Juli 2026.
Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang, bersamaan dengan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara, Pati, Sragen, Sukoharjo dan Kota Semarang.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo, Selasa siang (30 Desember 2025) menjelaskan Sekolah Rakyat menempati lahan seluas 5,3 hektar.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar, sehingga bisa selesai tepat waktu.
“Lokasi Sekolah Rakyat termasuk strategis, di pinggir jalan nasional. Meskipun nanti gerbang pintu utama tidak menghadap ke jalan raya ya, tapi tampak depannya menghadap ke selatan atau masuk jalan Desa Kaliombo,” terangnya.
Prapto memperinci Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang akan memiliki jenjang SD, SMP dan SMA. Masing-masing sekolah terdiri dari dua kelas.
“SD 2 kelas, SMP 2 kelas dan SMA 2 kelas. Setiap kelas berjumlah 30 anak, semua berasal dari kabupaten setempat (Rembang),” beber Prapto.
Calon peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga tidak mampu Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Persyaratannya begitu, betul-betul dari keluarga miskin. Nanti yang melakukan pendataan adalah pendamping PKH, sebagaimana yang sudah berlangsung di daerah-daerah lain,” tuturnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat ditargetkan beroperasi tahun 2026, begitu pembangunan selesai.
Sedangkan menyangkut personil guru dan kepala sekolah, menjadi ranah pemerintah pusat untuk mengadakan seleksi.
“Pengadaan tenaga pendidik maupun siapa kepala sekolahnya, nanti perekrutan, pusat yang menghandle mas. Yang jelas bukan daerah, kami sebatas menerima saja,” pungkas Prapto. (Musyafa Musa).

