
Rembang – Dua warga binaan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rembang dikirimkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nirbaya Pulau Nusakambangan, sebelah Selatan Cilacap, untuk ikut menopang program ketahanan pangan.
Dua orang ini terlibat perkara kasus Narkotika dengan pidana di bawah 5 tahun penjara dan kasus pengeroyokan terhadap anak. Keduanya terpilih setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah.
Kepala Rutan Rembang, Agung Hartono menjelaskan dua warga binaan tersebut sudah berada di Nusakambangan.
“Keduanya telah melalui seleksi dan memenuhi syarat,” tandasnya.
Tidak hanya warga binaan dari Rutan Rembang, tetapi warga binaan dari Rutan daerah lain, juga mengikuti program ini.
Mereka pada pagi hari bekerja di luar Lapas, salah satunya bertani. Sore harinya Kembali masuk ke dalam Lapas.
“Ada bagi hasil yang akan diberikan kepada warga binaan,” imbuhnya.
Terkait waktunya sampai kapan, belum ditentukan. Tapi kalau sudah selesai, warga binaan tersebut akan dipulangkan ke Rutan masing-masing di daerah asalnya.
“Program ini dalam rangka membantu ketahanan pangan di Lapas Nirbaya, sebagai pusat ketahanan pangan UPT Pemasyarakatan se-Indonesia,” beber Agung.
Menurutnya, syarat-syarat warga binaan yang dikirimkan ke Nusakambangan, yakni sehat, mampu bekerja keras, jika hukuman lama harus sudah menjalani setengah, pengamatan perilakunya baik selama di Rutan, bukan residivis, bukan kasus teroris, korupsi, kejahatan keamanan negara, kejahatan HAM berat, kejahatan terorganisasi lainnya, bukan terlibat perkara penipuan dan penggelapan.
Agung menambahkan pada hari Selasa (09 September 2025), Rutan Rembang melakukan penanaman bibit pohon kelapa di belakang rumah dinas Kepala Rutan, untuk mendukung program ketahanan pangan seluruh pemasyarakatan dan imigrasi yang totalnya menanam 360 ribu bibit kelapa.
Pusat kegiatan ini juga berlangsung di Pulau Nusakambangan pada hari yang sama. Dipilih tanaman kelapa, karena memiliki banyak manfaat.
“Bermanfaat dari sisi lingkungan maupun ekonomi, karena dari batangnya, buahnya, daunnya, pohon kelapa memiliki beragam manfaat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir pihak Perhutani, Kepala BPBD dan stake holder terkait. (Musyafa Musa).

