Empat Ular Kobra Diamankan, Damkar Rembang Hadapi Kendala (Evakuasi Di Bogorejo Sumber)
Petugas Damkar Pemkab Rembang mengamankan ular kobra di kawasan permukiman Dusun Karangasem Desa Bogorejo Kecamatan Sumber.
Petugas Damkar Pemkab Rembang mengamankan ular kobra di kawasan permukiman Dusun Karangasem Desa Bogorejo Kecamatan Sumber.

Sumber – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Rembang mengamankan 3 ekor ular kobra dari sekitar rumah warga Dusun Karangasem Desa Bogorejo Kecamatan Sumber, Sabtu malam (06/09).

Ular berbisa tersebut sebelumnya diketahui menyelinap masuk ke dalam tumpukan genteng di samping rumah.

Seorang petugas Damkar yang datang ke lokasi, Syaiful Halim menjelaskan, setelah menerima informasi, pihaknya menyarankan kepada pelapor, untuk membantu mengurangi jumlah tumpukan genteng, karena personil Damkar terbatas.

“Kendalanya tumpukan genteng terlalu banyak. Sebelum kita datang, kami sarankan warga membantu untuk meminggirkan genteng di bagian atas, dengan catatan yang ikut mindahin genteng memakai sepatu boot. Demi keamanan mereka juga mas,” tuturnya, Senin (08 September 2025).

Begitu petugas Damkar tiba, bisa lebih fokus memeriksa tumpukan genteng bagian bawah. Proses evakuasi ular berjalan lancar.

Ular kemudian dimasukkan ke dalam galon air dan diamankan menuju Posko Damkar Pemkab Rembang. Ukurannya lumayan besar, masing-masing sepanjang 1,2 Meter.

“Biasanya kami menghubungi petugas BKSDA Jawa Tengah yang berkantor di Blora untuk mengambil ular-ular tersebut, kemudian dilepas ke habitat aslinya,” imbuh Syaiful.

Total ada 4 ekor ular kobra, tapi yang 1 sudah ditangkap lebih dulu oleh pelapor, sebelum petugas Damkar tiba.

Menurutnya, ular kobra sangat berbahaya, karena gigitannya ke manusia, bisa berujung korban jiwa. Begitu pula bisanya, kalau terkena mata rentan menimbulkan kebutaan.

“Kalau risiko bagi manusia ya sangat berisiko mas. Digigit, bisa fatal. Aktivitas ular kobra biasanya agresif di malam hari. Kan warnanya hitam, otomatis nggak terlalu kelihatan. Khawatirnya keinjek. Meski nggak gigit, juga bisa menyemburkan bisa,” terangnya.

Lebih lanjut Syaiful Halim mengimbau kepada masyarakat untuk membersihkan sekitar rumah dari rerimbunan tanaman liar maupun tumpukan barang-barang bekas, karena rawan dipakai untuk sarang ular.

Selain itu, warga bisa pula memasang benda-benda berbau menyengat, seperti kapur barus di dekat pintu rumah, untuk mencegah ular.

“Kalau garam, saya kira kurang efektif ya. Lebih baik yang baunya menyengat, misal kapur barus, malah lebih efektif, karena ular cenderung akan menjauh kalau ada bau menyengat,” pungkas pria warga Desa Pamotan Kecamatan Pamotan ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan