
Rembang – Sebanyak 31 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Rembang menjalani latihan terpusat di Alun-alun Rembang.
Mereka dipersiapkan untuk bertugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.
Pada Minggu pertama, peserta hanya mendapat libur pada hari Minggu. Memasuki masa persiapan akhir menjelang pelaksanaan upacara, latihan berlangsung tanpa jeda, guna memaksimalkan kesiapan fisik dan mental Paskibraka.
Pelatihan dipandu oleh unsur TNI, Polri, serta para alumni Paskibraka sebagai bagian dari proses regenerasi.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengungkapkan seleksi tahun ini lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seleksi digelar secara nasional, melalui sistem resmi milik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Sekarang seleksinya sudah lebih diperketat, sebelumnya paling kita seleksi sekolah, sekolah kirim, kita bisa ACC, kalau sekarang sudah by sistem, harus daftar secara online,” kata Luthfi.
Ia membeberkan proses seleksi dimulai sejak bulan April 2025. Pesertanya merupakan siswa-siswi SMA/SMK sederajat dari sekolah negeri dan swasta, dengan total pendaftar mencapai 369 orang.
Setiap calon peserta wajib mendaftar secara daring dan mengikuti serangkaian tahapan, mulai dari seleksi administrasi, ujian berbasis komputer (CAT), tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, hingga tes kesehatan dan kesamaptaan jasmani.
Dari seluruh tahapan seleksi, sebanyak 31 siswa dinyatakan lolos dan mengikuti latihan terpusat. Salah satu di antaranya, Raditya dari SMAN 1 Rembang, berhasil lolos ke tingkat Provinsi Jawa Tengah dan mengikuti latihan terpusat mulai 4 Agustus 2025.
Luthfi berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan sukses secara teknis saat upacara, tetapi juga mampu membentuk karakter kebangsaan peserta.
“Harapannya, untuk HUT RI berjalan dengan lancar, sukses, khidmatnya dapat. Dan untuk adik-adik bisa mendapatkan pelatihan, wawasan kebangsaan, pelatihan terpusat, dan mereka akan lebih siap fisik dan mental untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan,” pungkas Luthfi. (Musyafa Musa).

