
Rembang – Tersangka pelaku pembacokan di kawasan Eks Stasiun Rembang diduga adalah seorang pengamen.
Informasi sementara yang diterima aparat kepolisian, waktu itu Jum’at (25/07) pelaku diduga tidak diberi sebungkus rokok saat memalak di sebuah warung. Namun ditegur oleh korban, Iis Sugianto (43 tahun) warga Desa Sumbangrejo Kecamatan Pamotan.
Terjadilah cek cok, hingga berujung pembacokan yang mengakibatkan telinga korban sebelah kanan mengalami luka parah.
Bahkan korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk menjalani operasi, setelah sehari perawatan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar melalui Kaur Binops Satreskrim, Iptu Widodo Eko Prasetyo ketika dikonfirmasi Selasa pagi (29 Juli 2025) membenarkan dugaan sementara pelaku pembacokan adalah seorang pengamen.
Namun pelaku belum tertangkap, karena masih proses penyelidikan anggota di lapangan.
“Ya dugaannya seperti itu (pengamen). Untuk perkembangan lebih lanjut, akan kita informasikan,” terangnya.
Sering Razia
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, Sulistiyono menegaskan pihaknya sudah berulang kali menggelar operasi penertiban terhadap pengamen, pengemis, gelandangan maupun orang terlantar.
“Tidak hanya bersifat mandiri dari Satpol PP, tetapi juga bersama tim gabungan dengan satuan kerja lain,” ungkapnya.
Peringatan, pembinaan, razia, sanksi denda, bahkan pengiriman ke panti sosial juga sudah ditempuh.
Menurutnya, yang menjadi kendala adalah setelah razia, tindak lanjut pembinaan secara kontinyu belum maksimal.
Apalagi pergerakan pengemis maupun pengamen cenderung sangat dinamis.
“Namun demikian kedepan akan lebih kita intensifkan lagi. Untuk tindak lanjut pasca operasi, sudah bukan ranah Satpol PP lagi, melainkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. Justru ini yang paling penting, karena razia bersifat penanganan jangka pendek,” pungkas Sulistiyono. (Musyafa Musa).

