Apakah PSC 119 Rembang Timur Tutup, Dinas Kesehatan Beberkan Penjelasan
Bangunan lama PSC 119 Rembang timur yang menempati bekas bangunan Puskesmas Sluke tampak tertutup rapat.
Bangunan lama PSC 119 Rembang timur yang menempati bekas bangunan Puskesmas Sluke tampak tertutup rapat.

Sluke – Posko Public Savety Center (PSC) 119 untuk wilayah Rembang timur, sejak bulan Mei 2024 menjadi satu dengan bangunan Puskesmas Sluke.

Sebelumnya, PSC 119 menempati bekas bangunan Puskesmas Sluke yang lama, di dekat Mapolsek Sluke.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Soesi Haryanti menjelaskan pemindahan tersebut untuk memudahkan akses dan koordinasi.

“Kalau posko lama PSC 119 terlihat tutup terus, bukan berarti sudah nggak aktif. Tapi kita alihkan menjadi satu ke Puskesmas Sluke, biar lebih memudahkan akses. Justru PSC 119 merupakan layanan unggulan bagi Puskesmas Sluke,” terangnya, Jum’at (18 Juli 2025).

Soesi Haryanti menambahkan meski tidak sepadat dengan PSC 119 di Rembang Kota, tetapi keberadaan PSC 119 Rembang timur juga sangat dibutuhkan masyarakat. Utamanya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Jumlah kunjungannya memang tidak seperti PSC 119 Rembang Kota, tapi di sana tetap dibutuhkan. Tiap shif ada 3 personil. Dalam sehari 3 shif. Bila membutuhkan layanan saat kondisi darurat, monggo segera hubungi PSC 119,” imbuh Soesi.

Ketika ditanya apakah memungkinkan PSC 119 ditambah untuk wilayah Kecamatan Sarang, di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Soesi menimpali sementara ini belum ada rencana.

Namun Puskesmas Sarang tetap siaga sewaktu-waktu, jika masyarakat membutuhkan pelayanan jemput bola. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.