
Kragan – Ombak besar dalam sepekan terakhir membuat warga di pesisir pantai utara Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang was-was.
Suparji, seorang warga di Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan mengungkapkan ombak pasang pada musim angin timuran ini, biasanya mulai menerjang sekira pukul tiga pagi dini hari sampai sore hari.
“Dari sore kemudian malam, berangsur-angsur surut,” ujarnya, Senin (14 Juli 2025).
Dampaknya, pondasi rumah ambrol, pagar-pagar habis tergerus. Ia sendiri kalau ombak besar, sulit tidur nyenyak, lantaran khawatir air laut masuk ke dalam rumahnya.
“Ini monggo lihat sendiri, air laut sudah masuk ke emperan sebelah rumah saya. Kalau rumah saya nggak terhalang sama pohon, ya pasti hancur semua. Pasrah saja sama Allah SWT, semoga selamat,” imbuh Suparji.
Sementara itu, Camat Kragan, Nurwanto mengungkapkan ada 8 desa di wilayahnya yang rawan bencana abrasi, meliputi Desa Pandangan Kulon, Tegalmulyo, Kragan, Balongmulyo, Pandangan Wetan, Plawangan, Sumbersari dan Sumurtawang.
Paling parah di Desa Pandangan Kulon, ada 3 rumah warga hampir roboh dan jalan kampung amblas hampir 200 Meter.
“Kita sudah laporkan ke BPBD Rembang dan sudah cek lokasi,” bebernya.
Masyarakat sudah melakukan langkah-langkah darurat dengan memasang ban bekas sebagai tanggul sementara. Namun tidak kuat bertahan lama, karena besarnya hantaman ombak.
“Ternyata nggak kuat, jadi memang perlu penanganan yang lebih,” kata Camat Kragan.
Nurwanto menimpali desa-desa di Kecamatan Kragan tetap menunggu bantuan pemecah gelombang (break water) dari pemerintah pusat, mengingat hal itu membutuhkan anggaran cukup besar. (Musyafa Musa).

