Jadi Ingat Zaman Pak Harto, Petani Siap Tanam Padi Ketiga
Aliran air irigasi di Desa Jatihadi Kecamatan Sumber, membuat sebagian petani siap melakukan tanam padi ketiga.
Aliran air irigasi di Desa Jatihadi Kecamatan Sumber, membuat sebagian petani siap melakukan tanam padi ketiga.

Sumber – Petani di Kecamatan Sumber dan Kecamatan Kaliori bagian barat, sudah banyak yang langsung melakukan tanam padi ketiga.

Hal itu setelah melihat kecukupan air dari Bendung Kedungsapen Desa Jatihadi Kecamatan Sumber.

Belum lagi masih ada peluang mendapatkan gelontoran air dari Waduk Randugunting di Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora.

Markum, dari Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Jum’at pagi (06 Juni 2025) mengatakan cadangan air di Bendung Kedungsapen saat ini masih cukup.

“Alhamdulillah air setelah masa tanam padi kedua masih cukup mas. Untuk tanam padi ketiga memungkinkan,” tuturnya.

Markum menambahkan informasi sejumlah petani di Desa Sekarsari Kecamatan Sumber, sudah mulai tanam padi ketiga.

Begitu pula dengan petani di Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori, seusai panen padi kedua, langsung bersiap-siap tanam ketiga.

“Moment ini termasuk langka, saya jadi teringat pada era Presiden pak Harto zaman dulu. Tanam padi non stop,” kata Markum.

Jika nantinya petani memerlukan pasokan air dari Waduk Randugunting, GP3A siap mengajukan.

“Biasanya ada permintaan dulu, operator waduk baru bisa buka. SOP nya begitu. Kecuali ada limpasan air, karena debet yang besar,” terangnya.

Sedangkan menyangkut pendangkalan Bendung Kedungsapen, Markum menimpali sudah diusulkan dan mendapatkan respon positif dari Kementerian Pertanian.

“Kebetulan saya diminta ikut memantau pertanian padi dari Sumber-Kaliori. Kemarin sudah diajukan, untuk pengerukan Bendung Kedungsapen, sudah ada lampu hijau dari tim Wakil Menteri Pertanian. Sudah kontak-kontakan terkait hal itu dengan tim pak Wamen. Harapannya kalau dinormalisasi, cadangan air akan lebih banyak,” pungkas Markum. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan