
Rembang – Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR) berharap pemilihan duta wisata bisa tetap berlangsung rutin setiap tahun, meski ada kebijakan efisiensi dari pemerintah.
Fichi Rangga, perwakilan dari Ikatan Mas Mbak Rembang mengatakan duta wisata menjadi sarana mengoptimalkan promosi potensi wisata di Kabupaten Rembang kepada masyarakat luar daerah.
“Harapan kami kompetisi duta wisata digelar rutin tiap tahun, supaya memunculkan generasi-generasi baru. Mereka yang terpilih bisa menjadi ujung tombak promosi wisata, seni budaya dan tradisi Rembang,” ujarnya.
Ia sendiri merasa prihatin, karena ada perwakilan Mbak Rembang yang ikut ajang pemilihan duta wisata tingkat provinsi Jawa Tengah tidak didukung anggaran dari pemerintah, sehingga pihaknya harus mencari sumbangan ke berbagai kalangan.
“Kami sekuat tenaga bersama teman-teman komunitas kami, door to door menyampaikan proposal. Kami mohon kebijaksanaan pemerintah untuk memperhatikan kembali,” imbuh Fichi.
Fichi Rangga menimpali pada tahun 2025, kebetulan ada Mbak Rembang yang diwakili Mardila Budi Liadaniastuti, warga Desa Pasucen Kecamatan Gunem, masuk 10 besar Mbak Jawa Tengah.
Mardila bahkan maju ke tingkat nasional, dalam ajang pemilihan Puteri Pariwisata. Menurutnya, hal itu butuh perhatian lebih dari Pemkab Rembang.
“Tentu tidak hanya do’a ya pak ya, pastinya kita ingin bawa Rembang dan tunjukkan di tingkat nasional. Mohon dalam pemilihan Puteri Pariwisata ini, Pemkab Rembang bisa support kami,” tandasnya.
Sejauh ini sudah pasti tidak ada pemilihan duta wisata tahun 2025, karena ketiadaan anggaran di Dinbudpar.
“Tidak ada mas,” kata Mutaqin, Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Jum’at sore (25 April 2025).
Meski demikian pihak Pemkab Rembang sudah menampung masukan dan usulan dari IMMR tersebut, agar kedepan dapat ditindaklanjuti oleh dinas terkait. (Musyafa Musa).

