Shofia Kumairo Dan Kisah Pondok Al Furqon Hasilkan Hafidz/Hafidzoh Jawara Nasional
Shofia Kumairo diapit orang tua, Kepala Kemenag dan Kepala MIN I Rembang. (Foto atas) Shofia sedang menghafalkan kitab suci Alqur’an bersama siswa lain.
Shofia Kumairo diapit orang tua, Kepala Kemenag dan Kepala MIN I Rembang. (Foto atas) Shofia sedang menghafalkan kitab suci Alqur’an bersama siswa lain.

Sedan – Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Rembang (Sedan) berhasil menghafalkan 30 juz kitab suci Alqur’an, pada usia 12 tahun.

Pelajar bernama Shofia Khumairo itu, merupakan anak pasangan Khosidin dan Samiah, petani warga Desa Ringin Kecamatan Pamotan.

Khosidin menjelaskan sejak kelas II MIN, sang anak sudah mulai menghafalkan kitab suci Alqur’an. Setelah menginjak kelas 6, akhirnya tuntas.

“Alhamdulillah diberikan kemudahan,” ungkapnya.

Khosidin menambahkan putrinya tersebut juga menimba ilmu di pondok pesantren Al-Furqon Sedan yang diasuh Kiai Sulaiman.

“Matur nuwun atas bimbingan pak Kiai Sulaiman, sehingga anak saya berhasil menghafalkan Alqur’an. Saya pasrahkan sama beliau,” ujar Khosidin.

Sedangkan Samiah berulang kali mengusap air matanya, karena merasa haru dan bahagia, anaknya menyandang gelar Hafidzoh.

“Senang pak,” tuturnya singkat.

Daftar Panjang Al Furqon

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson mengapresiasi keberhasilan Shofia Kumairo. Ia berharap nantinya akan melecut semangat siswa-siswa lain.

“Selain ketekunan, faktor keikhlasan dalam menghafalkan menjadi kunci. Tentu dukungan dan do’a dari orang tua juga sangat berpengaruh,” terangnya.

Mukson menambahkan siswa MIN I Rembang umumnya selain menempuh pendidikan formal, mereka juga mondok di sejumlah pondok pesantren sekitar wilayah Sedan.

“Kerja sama semacam ini layak untuk terus ditingkatkan kedepan,” imbuh Mukson.

Pondok pesantren Al-Furqon Sedan yang diasuh Kiai Sulaiman bersama isterinya, Hj. Mundasah selama ini sudah banyak menghasilkan para penghafal Alqur’an, bahkan mereka menyabet juara tingkat nasional hingga internasional.

Sebut saja seperti Durrotul Muqofa, Zumrotul Luthfia, Siti Eka Lailatul Fajriyah dan Siti Mas’udah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan