Sempat Enggan Masuk Sekolah, Dua Sahabat Sejati Meninggal Dunia
Polisi menggelar olah TKP di lokasi kecelakaan, Jalan Raya Rembang – Blora Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Sabtu (09/03).
Polisi menggelar olah TKP di lokasi kecelakaan, Jalan Raya Rembang – Blora Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Sabtu (09/03).

Sulang – Dua orang pelajar warga Desa Kaliombo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang meninggal dunia, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, saat akan berangkat ke sekolahnya, SMP N I Sulang, Sabtu pagi (09/03).

Kedua korban adalah Fahrul Krisgianto (15 tahun) dan Arif Syaifudin (15 tahun), sama-sama duduk di bangku kelas IX, tapi berbeda kelas.

Saat kejadian, Fahrul mengendarai sepeda motor Honda Beat, sedangkan Arif membonceng. Menurut hasil olah TKP polisi, sepeda motor melaju dari arah utara ke selatan.

Motor akan menyalip sebuah truk trailer yang berjalan searah beriringan, dikemudikan Sischolik (40 tahun) warga Desa Saradan Kecamatan Saradan Kabupaten Pemalang.

Kepala Unit Laka Satlantas Polres Rembang, Iptu Hengki Irawan menjelaskan sepeda motor terjatuh, hingga masuk ke kolong truk.

“Motor masuk ke kolong truk trailer dan tertabrak,” tuturnya.

Sempat muncul informasi, sepeda motor ditabrak lebih dulu oleh kendaraan lain, sehingga terjatuh ke bawah truk. Sedangkan pelaku penabrak kabur. Namun kabar itu belum terkonfirmasi kebenarannya oleh pihak kepolisian.

Awalnya Berniat Tidak Sekolah

Kepala Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Ngasmin mengungkapkan menurut keterangan dari keluarga, pada awalnya siswa ini enggan berangkat ke sekolah, karena setelah ujian, tidak ada kegiatan.

Namun oleh orang tuanya disarankan tetap masuk, sehingga berangkat agak siang.

“Habis ujian kan nggak ada pelajaran, dari pagi sebenarnya sudah males masuk. Ibunya suruh sekolah, jadi agak siangan memang,” terang Kades.

Ngasmin menimpali pasca kecelakaan, kedua korban masih sadar, mulai dari TKP hingga rumah sakit.

Namun setelah sampai di Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada Rembang, kondisi korban terus menurun, hingga akhirnya meninggal dunia.

“Ya betul, meninggalnya di rumah sakit,” imbuhnya.

Jenazah Arif Syaifudin dimakamkan terlebih dahulu Sabtu sekira pukul tiga sore, sedangkan Fahrul Krisgianto menyusul dimakamkan sekira pukul lima sore.

Semasa hidupnya, dua anak yang dikenal pendiam ini berteman dekat dan kerap bermain bareng. Kebetulan rumah keduanya juga saling berdekatan. Saat dimakamkan pun, pusara makamnya saling berdekatan.

“Dari kecil, dua anak ini temenan baik, sudah sangat dekat, kemana-mana bersama-sama. Posisi makamnya berdekatan,” ungkap Kades.

Lantaran sekarang ini di kampungnya hampir semua siswa SMP sederajat naik sepeda motor ketika berangkat maupun pulang sekolah, pihak desa Kaliombo mengimbau untuk lebih berhati-hati.

Mengingat mereka belum bisa mengantongi SIM. Apalagi jalan Rembang – Blora yang merupakan jalan nasional, kondisinya semakin padat dan banyak lalu lalang kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Dalam berbagai kesempatan, kami maupun aparat Polsek sering mengingatkan, hati-hati, waspada,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan