
Rembang – Kalangan pedagang di Pasar Rembang menyambut baik, kebijakan pemerintah melarang TikTok Shop sejak 04 Oktober 2023 pukul 17.00 Wib.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang, Sutono menjelaskan saat TikTok Shop masih berjalan, penjual pakaian, sepatu dan sandal sangat merasakan dampaknya, yakni omset berjualan mereka menurun drastis.
“Memang berdampak sekali terutama di konveksi, sepatu, sandal. Tapi kalau kebutuhan pokok, tidak begitu pengaruh ya,” tuturnya, Jum’at (06/10).
Ia menganggap harga barang yang dijual melalui TikTok Shop sangat murah. Akibatnya, pedagang pasar sulit bersaing. Dengan pelarangan Tiktok Shop, diharapkan memberikan angin segar bagi pedagang di pasar-pasar tradisional.
“Kalau mengikuti mereka (tiktok), jelas tidak bisa, itu barang impor yang memang murah sekali kan. Terima kasih sekali pemerintah sudah menutup TikTok Shop, semoga ada imbas positif bagi kami. Hari-hari ini belum terasa, soalnya kan baru dilarang, kedepan kita lihat seperti apa,” ujarnya.
Sutono mengakui sebenarnya sebagian pedagang pasar juga sudah mencoba promosi maupun menjual barang dagangan melalui media sosial. Namun tetap saja mereka kalah bersaing, karena harga yang timpang terlalu jauh dengan TikTok Shop.
“Tetep kalah mas, tetep kalah. Misal jilbab, di TikTok uang Rp 50 Ribu dapat 6 buah, tapi di pasar 1 jilbab dijual hampir Rp 20 Ribu,” imbuh Sutono yang juga penjual jilbab dan pakaian muslim ini.
Kondisi berbeda dialami para kurir pengirim barang di Rembang yang justru khawatir akan berhenti bekerja, setelah penutupan Tiktok Shop.
“Termasuk pekerja freelance yang tenaga angkat-angkat, yang misah-misah barang menyesuaikan alamat penerima. Kalau di Rembang, jumlah tenaga seperti ini sampai ratusan orang. Sudah was-was ini,” tutur Joko, seorang tenaga kurir.
Joko mengungkapkan ketika masih ada TikTok Shop, dalam sehari dirinya bisa mengirim rata-rata 70 – 80 barang. Tapi setelah penutupan, menurun tinggal 30 an.
“Di setiap titik pengiriman, dapat upah Rp 1.000. Jadi memang kerasa sekali bagi kita. Tapi ya mau bagaimana lagi, sudah diputuskan sama pemerintah, semoga ada rezeki lain buat keluarga,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

