
Rembang – Kementerian Agama Kabupaten Rembang mengingatkan para jemaah calon haji, untuk membawa barang secukupnya ketika berangkat ke tanah suci, karena bobot koper sudah ditentukan selama penerbangan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Muhammad Hafidz menjelaskan tiap jemaah mendapatkan koper kecil dan koper besar. Isi koper kecil bobotnya dibatasi maksimal 7 Kg, sedangkan isi koper besar maksimal 32 Kg.
“Yang dibawa koper dari pesawat, ndak usah koper yang lain. Misal mau beli koper yang lebih besar, ndak boleh. Soalnya koper nanti akan dibontang-banting petugas, jadi harus yang kuat, “ tuturnya.
Kalau berlebih, maka oleh petugas bandara akan dikurangi. Daripada nanti memakan waktu, ia menekankan terutama para jemaah kaum wanita, agar tidak membawa pakaian terlalu banyak. Apalagi kelak kalau sudah pulang, barang bawaan pasti akan semakin bertambah, karena oleh-oleh.
“Panjenengan nanti pulang akan gemuk, karena pakaiannya dobel-dobel. Daster limo dinggo kabeh, karena kopernya ndak muat, “ imbuh Hafidz.
Muhammad Hafidz juga menyoroti tentang barang-barang yang tidak boleh dibawa oleh jemaah. Misalnya jarum, gunting, pisau maupun benda tajam lainnya.
Kalau jemaah membutuhkan, lebih baik membeli di tanah suci saja. Kadang ada jemaah yang nekat membawa kompor gas untuk keperluan memasak, itupun dilarang keras.
“Jarum cilik pun kalau diperiksa akan bunyi di bandara. Di Mekkah sudah seperti di Indonesia, terong, timun ada semua. Ndak usah nggowo kompor gas. Barang-barang bahaya jangan dibawa, “ terang pria asli Desa Kedungringin Kecamatan Sedan, Rembang yang tinggal di Kudus ini.
Penerbangan dari Solo sampai tanah suci memakan waktu sekira 11 jam. Begitu tiba di Arab Saudi, barang-barang jemaah akan menjalani pemeriksaan lagi. Kalau melanggar, pasti akan diturunkan.
“Jemaah calon haji Rembang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo Solo, 21 – 23 Juni 2023. Masuknya gelombang kedua, mendarat di Jeddah Arab Saudi dan pulangnya lewat Madinah, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

