Setelah 12 Tahun Menunggu, Kabar Melegakan Itu Akhirnya Tiba
Waduk Panohan di Desa Panohan, Kecamatan Gunem saat airnya melimpas.
Waduk Panohan di Desa Panohan, Kecamatan Gunem saat airnya melimpas.

Gunem – Setelah menunggu 12 tahun lebih, air Waduk Panohan di Desa Panohan Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk memasok air pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kendala waktu itu muncul karena status waduk sempat menggantung, akibat tarik ulur biaya penggantian penebangan pohon yang dibebankan kepada Pemda setempat, selama proses pembangunan waduk tersebut berlangsung.

Kepala Cabang PDAM Rembang Barat, Agus Siswanto, Senin siang (09 Januari 2023) memastikan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang sudah turun. PDAM Rembang diperbolehkan mengambil air dari Waduk Panohan dan Sungai Panohan sebanyak 30 liter per detik.

“Pemda sudah mengajukan pemanfaatan air waduk dan sudah dapat izin, 30 liter per detik, “ ujarnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga mengucurkan anggaran Rp 27 Miliar, untuk membangun instalasi pompa dan jaringan pipa dari Waduk Panohan ke lokasi pengolahan air di Kedungrejo, Mbesi yang berjarak sekira 14 kilo meter.

Anggaran tersebut menjadi satu paket dengan pemasangan pipa dari Embung Banyukuwung Sudo, hingga pengolahan air Gunungsari Kecamatan Kaliori. Kedua proyek itu sudah selesai tahun 2022 kemarin.

“Dana 27 Miliar tidak hanya untuk jaringan pipa Panohan – Mbesi, tetapi juga untuk Sudo – Gunungsari, “ beber Agus.

Agus menimpali aliran air Waduk Panohan akan mulai beroperasi bulan Januari 2023 ini, fokusnya untuk pelanggan di dalam Kota Rembang. Perkiraan mampu menjangkau 2.400 pelanggan, dari total 9.800 an pelanggan di Kota Rembang.

Sifatnya, selain menormalkan pelayanan, pasokan air Waduk Panohan juga memungkinkan untuk meningkatkan pelayanan, berupa pemasangan sambungan baru pelanggan PDAM.

“Kalau sebelumnya air keluar di Rembang Kota giliran, diharapkan nantinya bisa normal kembali. Termasuk menambah sambungan baru, sebagai bentuk peningkatan pelayanan, “ tandasnya.

Agus memperinci aliran air Waduk Panohan menggunakan sistem perpompaan, yang didorong dengan daya listrik. Jaringan mesin pompa berada di pinggir Sungai Panohan, memakai pompa celup.

“Jadi pompa basah, harus tergenang air, karena pompa ada di dalam air, bukan di luar, “ kata Agus.

Menurutnya, pompa sudah didisain sesuai spesifikasi. Termasuk mengantisipasi ketika terjadi banjir besar.

“Saat ada banjir besar beberapa waktu lalu itu, pompanya belum dipasang. Sekarang pompa sudah dibuatkan bak khusus dan memang harus tergenang dengan air. Tidak boleh tidak, “ imbuhnya.

Lalu apakah pelanggan PDAM di Kecamatan Sulang, juga akan ikut menerima suplai air dari Waduk Panohan ? Agus menegaskan tidak, karena pelanggan di Kecamatan Sulang, airnya dipasok dari Sumur Pasedan Kecamatan Bulu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.