Keren!!! Bungkus Marimas Diolah Menjadi Meja Kursi, Begini Caranya
Lantip “Ood” Waspodo, Humas PT Marimas Putera Kencana Semarang menceritakan proses pembuatan ecobrick. Ia juga duduk di kursi yang terbuat dari sampah plastik bungkus Marimas.
Lantip “Ood” Waspodo, Humas PT Marimas Putera Kencana Semarang menceritakan proses pembuatan ecobrick. Ia juga duduk di kursi yang terbuat dari sampah plastik bungkus Marimas.

Rembang – Ada aksi menarik yang dilakukan pihak Marimas untuk mengurangi sampah plastik, terutama dari produk-produknya berupa sachet minuman.

Lantip “Ood” Waspodo, Humas PT Marimas Putera Kencana Semarang saat hadir dalam sebuah kegiatan di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Senin sore (05/12) mengungkapkan pihaknya menampung pengembalian bungkus-bungkus Marimas dari para pedagang.

Setelah itu, ditukar dengan berbagai macam hadiah, seperti kompor, HP, blender, kipas angin dan peralatan elektronik lainnya.

“Bungkus jangan dibuang atau dibakar. Kembalikan saja ke kami, supaya pedagang juga mendapatkan nilai lebih, dengan mendapatkan hadiah, “ ujarnya.

Lalu untuk apa setelah sachet plastik terkumpul ? Lantip “Ood” Waspodo menambahkan nantinya plastik tersebut akan diolah menjadi ecobrick.

Caranya, sachet dipotong kecil-kecil, dimasukkan ke dalam botol, kemudian dipadatkan dengan menusukkan batang bambu, sampai benar-benar padat. Botol-botol tersebut selanjutnya dirangkai sedemikian rupa, menjadi meja kursi.

“Kalau anda berkunjung ke kantor kami ada meja dan kursi, itu adalah bagian dari program ecobrick. Karena fungsi plastik belum bisa digantikan, maka kita lakukan upaya tersebut, sebagai kontribusi terhadap lingkungan, “ terang Ood yang juga merupakan instruktur ecobrick.

Lantip menimpali pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat yang tertarik ingin mengadakan pelatihan ecobrick, bisa mengundang tenaga dari Marimas untuk berbagi ilmu.

“Yang pasti tidak ada biaya alias gratis. Catat nomor saya, di 081 931 943 765, silahkan kami membuka kesempatan seluas-luasnya dalam pengelolaan masalah sampah plastik ini. Semakin banyak peserta pelatihan, semakin bagus, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *