Korban Akhirnya Ditemukan, Jarak Dari Titik Lokasi 3 KM Lebih
Jenazah korban hanyut di sungai Desa Sulang ditemukan, selanjutnya dievakuasi, Minggu pagi (13/11)
Jenazah korban hanyut di sungai Desa Sulang ditemukan, selanjutnya dievakuasi, Minggu pagi (13/11).

Sulang – Seorang petani meninggal dunia, karena hanyut derasnya arus sungai di Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Sabtu sore (12/11).

Korban bernama Sarmin (65 tahun), warga Dusun Tegal Gede Desa Sulang. Menurut sejumlah saksi disekitar TKP, awalnya Sarmin pulang dari sawah menyeberangi sungai bersama 3 orang rekannya.

Debet air sungai meningkat, karena curah hujan tinggi, dalam beberapa hari terakhir. Sarmin akhirnya hanyut, terbawa arus sungai yang sangat deras. Setelah itu, saksi rekan korban meminta pertolongan.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang yang menerima laporan, langsung menuju TKP, dibantu para relawan.

Di lokasi, mereka menyisir sungai dengan menggunakan perahu karet dan berjalan kaki menyusuri bantaran sungai.

Bambang Adi W, Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Rembang saat koordinasi dengan para relawan dan petugas Basarnas menyampaikan pencarian dihentikan sekira pukul 22.00 Sabtu malam. Minggu pagi, dijadwalkan pencarian lanjutan.

“Karena kondisi cuaca dan gelapnya lokasi, pencarian dihentikan sementara Sabtu malam, “ kata Bambang.

Komandan Korps Suka Rela PMI Kabupaten Rembang, Syaiful Halim membenarkan derasnya arus sungai menjadi salah satu kendala pencarian korban.

“Jadi tidak maksimal, apalagi gelap ya, sehingga pencarian tidak bisa terlalu jauh, “ tuturnya.

Syaiful Halim menimpali pada Minggu pagi (13/11) sekira pukul 07.15 Wib, ternyata ada informasi warga sudah menemukan jenazah korban di pinggir sungai Desa Jatimudo Kecamatan Sulang. Jaraknya diperkirakan 3 kilo meter lebih, dari titik lokasi hanyut.

“Tim kemudian bergerak, untuk membantu mengevakuai korban, selanjutnya dibawa ke rumah duka, “ imbuh Halim.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang, Sri “Anjar” Jarwati mengimbau masyarakat lebih waspada, saat cuaca buruk.

Kalau kondisi arus sungai besar, ia mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri menyeberang.

“Sebaiknya cari jalur alternatif lain yang sekiranya aman, “ terangnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *