Beli Uang Palsu Dari Facebook, Tersangka Mengaku Membelanjakan Di Berbagai Lokasi!! Mungkin Salah Satunya Tempat Anda
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo (baju putih) bersama anggotanya menunjukkan barang bukti, Jum’at (19/08).
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo (baju putih) bersama anggotanya menunjukkan barang bukti, Jum’at (19/08).

Bulu – Aparat Polres Rembang membongkar kasus uang palsu. Tersangka pelaku diduga membeli uang palsu tersebut secara online melalui Facebook.

Tersangka berinisial MA (35 tahun) warga Desa Warugunung Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Dalam release kasus yang berlangsung di Mapolres Rembang, Jum’at siang (19 Agustus 2022), Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo menjelaskan semula pihaknya menerima informasi terjadi peredaran uang palsu di wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Bulu.

Setelah melakukan penyelidikan, mengarah pada dugaan keterlibatan seorang pria berinisial MA. Usai diamankan, tersangka mengaku membeli uang palsu melalui jalur online Facebook. Tarifnya pada kisaran sepertiga atau seperempat, dari nilai uang rupiah asli.

“Misal uang palsu senilai Rp 1.200.000, dibeli oleh tersangka antara Rp 300 – 400 Ribu. Total uang palsu yang sudah diedarkan sekira Rp 8 Jutaan, “ bebernya.

Tersangka MA menuturkan uang palsu dibelanjakan untuk membeli makanan atau barang dengan nilai lebih kecil, supaya mendapatkan uang kembalian.

Ia menggunakan uang palsu untuk transaksi jual beli sejak bulan Mei 2022 lalu di Pasar Sulang, Pasar Sumber dan warung-warung di sepanjang jalan Sulang sampai wilayah Kecamatan Jaken Kabupaten Pati.

“Sudah saya gunakan untuk beli makanan maupun barang di lokasi tersebut, “ ucap tersangka pelaku.

Dalam kasus ini, pihak Polres Rembang mengamankan barang bukti berupa 10 lembar uang palsu pecahan Rp 100 Ribu, 2 lembar uang palsu pecahan Rp 50 Ribu, 1 unit sepeda motor dan 12 buah rokok Sukun Putih yang dibeli menggunakan uang palsu.

Tersangka kini sudah meringkuk di dalam tahanan Mapolres Rembang. Yang bersangkutan terancam hukuman selama-lamanya 15 tahun penjara. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *