Dua Alasan Penggantian Pipa Ke Jalur Baru, Salah Satu Faktornya Kerap Dirusak
Pipa air dari Waduk Banyukuwung ke instasi pengolahan air Gunungsari diganti pipa baru.
Pipa air dari Waduk Banyukuwung ke instalasi pengolahan air Gunungsari diganti pipa baru.

Rembang – Jalur pipa air minum dari Waduk Banyukuwung Sudo menuju instalasi pengolahan air di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang saat ini diganti pipa baru. Salah satu alasannya, pipa di jalur tersebut rawan pengrusakan, akibat aksi pencurian air.

Direktur Perusahaan Umum Air Minum Tirta Banyu Mili Rembang, Muhammad Affan mengatakan pipa yang memanjang dari waduk menuju instalasi pengolahan air berjarak 8 kilo meter, selama ini menggunakan akses lahan pinggir sungai. Ketika musim kemarau panjang, pipa kerap dilubangi agar airnya bisa dialirkan untuk sektor pertanian.

Belakangan kasus semacam itu semakin menurun, lantaran petugas PDAM bersama aparat Polres Rembang menggiatkan patroli rutin. Manakala menjumpai pengrusakan pipa, pihaknya langsung melakukan edukasi kepada pelaku.

“Setiap ditemukan kebocoran, kita edukasi ke warga atau pelaku yang merusak. Lama kelamaan tingkat pengrusakan pencurian air semakin berkurang. Tapi ini kita gelar inspeksi terus menerus, “ terangnya.

Untuk jalur pipa yang baru ini, dipindahkan dari kawasan waduk, melintasi pinggir jalan raya kabupaten, sehingga ia berharap akan lebih memudahkan pengawasan, sekaligus menekan kasus pengrusakan pipa.

“Artinya akan lebih mudah diawasi ketika petugas patroli, mengawasi jaringan pipa tersebut, “ terang Affan.

Selain faktor pengrusakan, penggantian pipa juga diperuntukkan meningkatkan pelayanan bagi pelanggan air PAM. Pipa lama semula diameternya 25 centi meter, sedangkan pipa baru lebih besar, dengan diameter 30 centi meter.

Maka debet air yang dialirkan dari waduk, akan semakin besar, sehingga aliran ke warga di wilayah Rembang bagian barat dan Kecamatan Kaliori, ditargetkan lebih lancar.

“Karena diameter pipanya lebih besar, kita harapkan pelayanan untuk pelanggan di Rembang bagian barat dan Kecamatan Kaliori akan semakin baik, “ imbuhnya.

Biaya pemasangan pipa dari Waduk Banyukuwung ke Gunungsari, menjadi satu paket dengan pemasangan pipa dari Waduk Panohan Kecamatan Gunem sampai instalasi Mbesi, Rembang. Total semuanya mencapai Rp 23 Miliar. Kalau tahapan lancar, pemasangan pipa akan selesai bulan November mendatang.

“Anggaran dari pusat, yang menangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, “ kata Affan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan