Polisi Gunakan Alat Khusus, Identitas Korban Belum Terungkap
Polisi menggelar olah TKP kasus bunuh diri di Gambiran, Desa Sumberejo, Rembang, Sabtu (01/01).
Polisi menggelar olah TKP kasus bunuh diri di Gambiran, Desa Sumberejo, Rembang, Sabtu (01/01).

Rembang – Korban bunuh diri di kawasan Gambiran, Desa Sumberejo, Rembang, hingga Sabtu malam (01 Januari 2022) belum teridentifikasi.

Warga sekitar biasa memanggilnya Mbah Di dan sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Sunarto menjelaskan korban sebelumnya gantung diri di teras sebuah rumah warga Gambiran, Sumberejo, dengan menggunakan tali. Peristiwa itu kali pertama dipergoki oleh rekannya sesama tukang becak, sekira pukul 07.30 Wib.

Setelah menerima laporan, aparat Polsek Rembang Kota bersama Tim Inafis Polres Rembang dan petugas kesehatan mendatangi TKP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan, sehingga penyebab meninggalnya korban disimpulkan murni karena gantung diri.

“Dari tanda-tanda yang kita temukan pada pemeriksaan tubuh korban, disimpulkan bunuh diri, “ ujarnya.

Lantaran tidak ditemukan kartu identitas, jenazah korban dibawa menuju kamar jenazah RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Upaya pengecekan sidik jari dengan menggunakan alat khusus, juga belum membuahkan hasil, untuk mengungkap identitas dan asal usul korban.

“Sebenarnya kalau korban sudah pernah melakukan perekaman data di KTP elektronik, bisa terdeteksi melalui alat yang dimiliki polisi. Namun tadi dicek belum berhasil, “ imbuh Kapolsek.

Jika sampai hari Minggu (02/01), belum ada pihak keluarga yang datang, maka jenazah korban akan dimakamkan oleh pihak rumah sakit.

Lalu kenapa korban gantung diri ? Dari hasil pemeriksaan saksi rekan korban, yang bersangkutan sempat mengeluh sudah beberapa hari terakhir ini sulit buang air besar. Kemungkinan hal itu yang diduga memicu korban bertindak nekat mengakhiri hidup. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *