Sempat Teriak-Teriak, Momen Tubuh Danramil Didekap Erat Seorang Warga
Danramil Sulang, Kapten Wardiyana mendekap badan seorang peserta vaksin yang berteriak ketakutan dengan jarum suntik.
Danramil Sulang, Kapten Inf Wardiyana mendekap seorang peserta vaksin yang berteriak ketakutan dengan jarum suntik.

Sulang – Meski terdengar sepele, namun masalah ini sering muncul di tengah masyarakat, selama kegiatan vaksinasi.

Masalah tersebut adalah takut dengan jarum suntik, sehingga warga memilih tidak vaksin. Seperti yang terjadi di Desa Bogorame, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Ada seorang pria yang enggan vaksin, gara-gara takut jarum suntik. Mendengar hal itu, petugas gabungan termasuk dari jajaran Koramil Sulang berinisiatif mendatangi rumah warga tersebut, sekaligus melakukan pendekatan.

Warga akhirnya mau hadir ke lokasi vaksinasi. Begitu petugas medis mengeluarkan jarum suntik, tak disangka pria ini langsung berteriak-teriak ketakutan. Bahkan sempat menolak disuntik.

Komandan Rayon Militer (Danramil) Sulang, Kapten Inf Wardiyana harus turun tangan memberikan nasehat, tidak perlu takut dan jangan melihat jarum suntik. Ia kemudian mempersilahkan agar warga mendekap erat badannya, supaya tidak melihat langsung penyuntikan.

Setelah yang bersangkutan tenang, proses vaksinasi akhirnya berjalan lancar.

“Ini soalnya ada program percepatan vaksinasi biar sampai 70 %. Bagi warga yang takut disuntik, kita lakukan pendekatan dan saya dampingi biar tidak takut. Kita support terus, akhirnya mau, meski dengan ketakutan yang tinggi, “ kata Danramil, Jum’at (19/11).

Wardiyana menambahkan anggota TNI di wilayah Kecamatan Sulang siap memback up percepatan vaksinasi. Termasuk jika muncul kendala-kendala di lapangan, TNI akan turut membantu demi kelancaran program vaksinasi.

“Saat penjemputan maupun vaksinasi door to door, kita selalu siap mendampingi. Kita sekalian promosi tentang sadar Prokes, soalnya kesadaran pakai masker masih kurang, “ tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Rembang, Arief Dwi Sulistya menyatakan stok vaksin sejauh ini tidak ada masalah.

Menurutnya, kendala-kendala kecil termasuk fenomena takut jarum suntik, yang perlu menjadi perhatian dan terus disosialisasikan, supaya warga lebih mengutamakan arti penting vaksinasi.

“Percepatan vaksinasi ini menjadi sasaran prioritas, supaya tercipta kekebalan kelompok. Tentu menjadi bagian ikhtiar pemerintah, demi mengakhiri pandemi, “ tuturnya.

Data per tanggal 18 November 2021, capaian dosis pertama vaksinasi untuk umum, dari total 512.601 orang, yang sudah divaksin sebanyak 325.385. Guna menuju prosentase 70 % (358.821), masih kurang 33.436.

Sedangkan untuk kaum lanjut usia, dari total sasaran 63.231, vaksin dosis pertama sudah mencapai 30.735. Untuk menembus 60 % (37.939), masih kurang 7.204.

“Kita akui yang lanjut usia kadang mereka beranggapan buat apa vaksin, wong nggak pernah pergi-pergi. Ini yang perlu kita berikan pemahaman, “ terang Arief.

Arief menimpali Kabupaten Rembang sudah menempati status PPKM level 2. Jika vaksinasi untuk Lansia semakin meningkat, akan mempermudah jalan menuju level 1. Di sisi lain, saat ini kasus harian Covid-19 sudah sering 0 kasus.

Meski demikian, pihaknya tak pernah lelah mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Memakai masker, cuci tangan dan menghindari kerumunan, yuk kita terus lakukan, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *