Dulu Banyak Yang Tidak Mau, Sekarang Ramai-Ramai Menyerbu
Antusias warga yang ingin mengikuti vaksin di Pelabuhan Tasikagung, hari Selasa (21/09) tergolong tinggi.
Antusias warga yang ingin mengikuti vaksin di Pelabuhan Tasikagung, hari Selasa (21/09) tergolong tinggi.

Rembang – Kegiatan vaksinasi untuk masyarakat maritim di Pelabuhan Tasikagung, Rembang, yang digelar oleh TNI Angkatan Laut, hari Selasa (21 September 2021) dipadati masyarakat.

Budi Mulyo, seorang nelayan warga Desa Tasikagung, mengaku baru saja pulang melaut. Ia bersyukur mendapatkan kesempatan vaksinasi, meski mendapatkan nomor antrian 349.

Budi menganggap vaksin penting. Selain untuk mengurangi potensi tertular Covid-19, hal itu juga memudahkan pekerjaannya sebagai nelayan. Apalagi sekarang ini ketika mengurus perizinan akan melaut, selalu ditanyakan oleh petugas, sudah vaksin atau belum.

“Seneng bisa vaksin, mau melaut juga harus vaksin. Laporan di Kamla akan melaut, harus menunjukkan sudah divaksin, jadi mau nggak mau ya harus vaksin, “ tutur Budi.

Sementara itu, Kepala Desa Tasikagung, Mochammad Riyanto membenarkan dulu pada awal-awal program vaksinasi, pihaknya sangat kesulitan mengarahkan warga ikut vaksin.

“Dulu banyak yang nggak mau divaksin, “ ungkapnya.

Namun setelah kartu vaksin bermanfaat untuk mengurus bantuan maupun keperluan sosial masyarakat, akhirnya warga berbondong-bondong ke Balai Desa minta divaksin.

“Sekarang ramai datang ke balai desa minta dikabari kalau ada kegiatan vaksin, “ imbuh Kades.

Riyanto menambahkan dalam vaksinasi kali ini dibagi 3 kelompok besar, meliputi urutan 1 – 200 untuk masyarakat umum (warga Tasikagung boleh mendaftar), urutan 201 – 500 warga hasil pendataan Pemerintah Desa Tasikagung dan nomor 501 – 1.000 peserta dari pendataan GP Ansor.

“Semoga setelah ada vaksin pertama ini, ya ada vaksin keduanya juga, biar masyarakat nggak bingung, “ paparnya.

Menurutnya, dari total 4.000 an warga Tasikagung, pihaknya memperkirakan sudah lebih dari 1.000 orang yang telah divaksin.

“Angka pastinya kami kurang tahu, soalnya ada warga yang cari vaksin sendiri-sendiri ke tempat lain. Tapi prediksi kami dari kegiatan yang diketahui desa, jumlahnya segitu, “ pungkas Kades. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *