Mereka Terus Bergerak Tak Kenal Lelah, Komunitas Ini Hindari Menunjuk Ketua
Aktivitas Covid Ranger di Rembang belanja buah, untuk dikirimkan kepada pasien Covid-19.
Aktivitas Covid Ranger di Rembang belanja buah-buahan, untuk dikirimkan kepada pasien Covid-19.

Rembang – Berawal dari isteri, ipar dan kedua orang tuanya menjalani perawatan di rumah sakit akibat Covid-19, siapa sangka menjadi awal pemicu terbentuknya tim yang solid bernama Covid Rangers, sebuah komunitas relawan di Kabupaten Rembang, dengan misi membantu para penderita Covid-19.

Yah..begitulah kisah yang dialami Miftachussolihin, pendiri Covid Rangers, seorang pegawai Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang dari Desa Babagan, Kecamatan Lasem.

Miftah, demikian panggilan akrabnya mengatakan kala itu anggota keluarganya secara beruntun masuk rumah sakit, karena terpapar Covid-19. Selain harus melawan penyakit, mereka juga berjuang menghadapi stigma negatif dari masyarakat sekitar. Sedangkan ia bersama anaknya harus isolasi mandiri di rumah, tanpa bisa kemana-mana.

“Saya merasakan betul, betapa mental jatuh, karena seperti terasingkan, “ ungkapnya.

Lantaran kondisi tersebut, dirinya berinisiatif membentuk Covid Rangers sejak Desember 2020, bersama seorang pembuat kaos asal Pamotan, Mulat Riasnan.

Mulat mengawali membuat kaos bertemakan Covid-19, kemudian hasil keuntungannya digunakan untuk membantu pasien Covid-19. Semula Covid Rangers hanya beranggotakan 5 orang, lambat laun semakin bertambah.

Kini sudah diperkuat 30 an orang relawan, berasal dari latar belakang beragam. Mulai perangkat desa, pegawai negeri, wiraswastawan, polisi, wartawan, bidan hingga dokter ikut bergabung.

“Rata-rata mereka penyintas Covid-19 atau keluarganya pernah mengahadapi kondisi seperti saya. Di Covid Rangers nggak ada ketua atau koordinator, jadi semua sama. Kita sepakati seperti itu, “ imbuh Miftah.

Miftah menambahkan sehari-hari Covid Rangers melakukan 4 kegiatan utama. Pertama, mengirimkan bingkisan penyemangat senilai Rp 120 Ribu per orang kepada penderita Covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah.

“Pasien bisa request apa yang dibutuhkan. Mau minta buah, roti, sate atau apalah, monggo, “ ucapnya.

Kedua, mencarikan donor darah plasma konvalesen. Pendonor akan dijemput di rumahnya menuju Palang Merah Indonesia dan diantar pulang oleh relawan Covid Rangers. Ketiga, menerima jasa titipan dari masyarakat secara gratis, yang ingin mengirimkan bingkisan kepada pasien dan misi selanjutnya mengkampanyekan bahwa Covid-19 bukan aib.

“Kampanye ini lebih banyak kita wujudkan pada pesan-pesan di kaos, “ tandasnya.

Ditanya tentang operasional relawan, pria berusia 34 tahun tersebut menambahkan berasal dari sejumlah sumber. Mulai kantong pribadi relawan, keuntungan berjualan kaos, maupun sumbangan dari masyarakat.

“Warga yang peduli ada yang mendonasikan uang, beras, masker. Apapun kita terima dan kami menjaga betul amanah dari penyumbang, “ tegas Miftah.

Sementara itu Suharsono, seorang warga Desa Sulang, Kecamatan Sulang sempat merasakan sendiri pendampingan relawan Covid Rangers, ketika ia mendonorkan darah plasma konvalesen. Suharsono berharap energi positif peduli terhadap sesama itu, bisa terus ditularkan kepada banyak orang.

“Saya dijemput dan diantar ke rumah. Semoga amal baik ini bermanfaat untuk semuanya, “ ujar Suharsono.

Kebahagiaan paling besar dirasakan relawan, manakala mendengar pasien Covid-19 yang dibantu sudah sembuh. Menurut mereka, sebuah kepuasan yang sulit diukur dengan materi. Nah..anda tertarik ingin bergabung ? Relawan Covid Rangers biasanya berkumpul pada siang hari, di sebelah timur Alun-Alun Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *