Hindari Penyekatan Kendaraan, Ini Dia Jalur Tikus Favorit Pemudik
Iring-iringan mobil melintas di jalan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang yang berbatasan dengan Desa Srikaton, Kecamatan Jaken, Pati.
Iring-iringan mobil melintas di jalan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang yang berbatasan dengan Desa Srikaton, Kecamatan Jaken, Pati.

Sumber – Jalur antara Jakenan – Jaken Kabupaten Pati, menuju Sumber – Rembang sering menjadi perlintasan pemudik dari arah Semarang, karena merupakan jalur alternatif yang terpantau tidak ada penyekatan kendaraan, seketat di jalur Pantura.

Kami memantau ruas jalan tersebut, hari Senin (10 Mei 2021). Di Pertigaan Jaken – Pati, lalu lalang kendaraan berplat luar daerah, termasuk dari Jabodetabek meningkat intensitasnya, dibandingkan hari-hari biasa.

Ketika sudah sampai pertigaan tersebut, tinggal belok kanan dan melaju kira-kira 2 kilo meter, sudah memasuki wilayah Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Seorang warga Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Rahmat Hartono mengakui pemudik yang ingin menghindari penyekatan kendaraan di jalur Pantura, biasanya memilih akses jalan Jaken – Srikaton – Sumber. Apalagi situasinya relatif lebih sepi, sehingga mereka merasa nyaman.

Tidak hanya menuju Rembang, tetapi pemudik yang ingin ke wilayah Blora juga bisa memanfaatkan jalur tersebut.

“Kalau menjelang Lebaran ramai. Musim pandemi gini dikala ada larangan mudik, banyak yang pilih jalur alternatif sini. Termasuk jalan pintas lebih pendek, tapi masuk-masuk kampung memang, “ ujarnya.

Begitu tiba Pertigaan Jatihadi, kalau dari arah Jaken, ke kiri sampai Rembang, sedangkan ke kanan arah Perempatan Sulang atau Blora. Kendalanya, di sebagian titik, ruas jalan mengalami kerusakan, saat ini masih proses perbaikan.

Sementara itu di Pos Pengamanan Lebaran jalur Pantura Kaliori, yang menjadi perbatasan wilayah Kabupaten Rembang dan Pati, petugas tidak setiap saat menggelar penyekatan kendaraan. Namun dilakukan secara acak pada jam-jam tertentu.

Kapolsek Kaliori, AKP Rohmat menyatakan jika pemudik menghindari Pantura dan ternyata bisa lolos sampai kampung halaman, pengawasan diserahkan kepada pihak desa melalui program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Apabila ada warganya mudik, desa diminta untuk mendata dan melaporkan. Termasuk kalau menghindari penyekatan kendaraan. Misal mau ke Blora, di Bulu – Rembang juga ada pos penyekatan. Lolos di sini, belum tentu lolos di sana, “ paparnya.

Banyaknya jalur tikus yang memungkinkan bisa dilalui, membuat suasana Kota Rembang saat ini, mudah sekali dijumpai iring-iringan kendaraan berplat nomor Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya maupun Yogyakarta.

Diduga kuat mereka adalah pemudik yang sudah tiba di Rembang, meski sebelumnya pemerintah melarang mudik Lebaran, untuk mencegah penularan Covid-19. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *