
Sluke – Warga mengeluhkan muatan truk pecahan batu kecil-kecil atau split yang banyak berceceran di jalur Pantura Kecamatan Sluke. Kondisi tersebut membahayakan pengendara sepeda motor, sehingga rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
Abdul Charis, seorang warga Desa Manggar, Kecamatan Sluke menduga armada truk tersebut mengambil batu split dari kawasan tambang Argawastu Desa Sanetan, akan disetor ke Pelabuhan Rembang Terminal Sluke.
Warga yang melihat ceceran batu split, kemudian berinisiatif membersihkan, supaya tidak mengakibatkan pengendara motor tergelincir. Upaya pembersihan berlangsung dari sore sampai Kamis malam (22/04).
Ia mendesak pihak-pihak terkait turun tangan mengingatkan sopir truk, agar muatan selalu ditutupi terpal.
“Muatan muntah ke jalan raya, ya bahaya. Mohonlah instansi terkait berikan peringatan. Ada video warga membersihkan secara suka rela, batu yang tercecer diambili, terus dibuang ke laut, biar aman, “ ungkapnya.
Komisaris PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), Sumirat Cahyo Widodo menyatakan pihaknya selaku pengelola lahan pelabuhan sudah berkoordinasi dengan pengelola armada truk, supaya peristiwa semacam itu tidak terulang kembali.
“Kami memang punya kewenangan di dalam pelabuhan. Meski ini kejadiannya di luar pelabuhan, saya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, utamanya pemasok batu split. Mereka membenarkan dan siap tidak mengulangi, “ papar Sumirat.
Sementara itu, Kepala Unit Reskrim Polsek Sluke, Aiptu Yudi Supriyanto memastikan sudah menegur pihak angkutan tambang agar lebih tertib. Penutupan terpal menjadi kewajiban, ketika truk melintas di jalan raya. Jika hal itu tidak diindahkan, polisi bisa saja menghentikan aktivitas bongkar muat bahan tambang.
“Mengingatkan agar sopir-sopir truknya lebih tertib. Pakai terpal yang rapat, bukan terpal yang bolong-bolong, “ terangnya.
Berdasarkan pantauan, hilir mudik truk-truk tambang yang keluar masuk Pelabuhan Rembang Terminal Sluke selama ini lumayan padat, karena melibatkan banyak pengusaha. Tidak semua armada truk melanggar aturan, tapi mayoritas sudah memenuhi kewajiban menutup muatan. (Musyafa Musa).

