Kinerja Daerah, Aspek Ini Yang Targetnya Paling Banyak Belum Tercapai
Data realisasi indikator kinerja daerah 2016 -2021.
Data realisasi indikator kinerja daerah 2016 -2021.

Rembang – Masalah pelayanan umum menjadi sektor yang cukup lemah di Kabupaten Rembang, berdasarkan hasil evaluasi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) periode 2016 – 2021.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni memaparkan ada 3 aspek indikator kinerja daerah, meliputi aspek kesejahteraan rakyat, daya saing dan aspek pelayanan umum.

Target yang belum terealisasi pada aspek pelayanan umum paling banyak, dibandingkan 2 aspek lainnya. Kondisi tersebut menjadi dasar pencapaian untuk RPJMD pada tahun-tahun mendatang, supaya bisa lebih didorong.

“Target yang belum terealisasi di aspek kesejahteraan rakyat sebanyak 18, daya saing 3 dan pelayanan umum 88. Total semua 109, “ kata Dwi sebagaimana dikutip dari kanal youtube Pemkab Rembang.

Dwi Wahyuni menambahkan kualitas pelayanan publik dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia belum memiliki daya saing yang optimal, serta pelayanan dasar perlu ditingkatkan. Maka kedepan Pemkab akan mengembangkan profesionalisasi dan modernisasi organisasi tata kerja birokrasi.

“Masalah utama kualitas sumber daya manusia adalah usia harapan hidup, kemudian rata-rata lama sekolah, “ imbuhnya.

Dengan visi Terwujudnya “Rembang Gemilang 2026”, maka pihaknya membagi 8 masalah utama, meliputi tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, indeks infrastruktur, kualitas lingkungan hidup, angka kemiskinan dan indeks desa membangun. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *