Kisah Sri Haryati Tinggal Sendirian Di Perbatasan, Kalimat Terakhir Saat Diwawancara Nendang Banget
Sri Haryati yang tinggal sendirian di perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora, menunjukkan tanaman jambu di depan rumahnya.
Sri Haryati yang tinggal sendirian di perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora, menunjukkan tanaman jambu di depan rumahnya.

Bulu – Jalan mulai dari Desa Mantingan, Kecamatan Bulu ke selatan sampai perbatasan antara Kabupaten Rembang dan Blora, kanan kirinya diapit hutan yang masih cukup lebat.

Pandangan saya tertuju pada satu-satunya rumah di pinggir jalan, dekat tikungan tajam, sebelah utara gapura perbatasan. Tikungan ini dikenal sebagai jalur maut, karena kerap terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa.

Tapi siapa sangka rumah satu-satunya dekat tikungan tersebut, dihuni oleh seorang wanita pemberani. Namanya Sri Haryati, berusia 68 tahun. Secara administratif, rumah berdiri di turut tanah Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Namun jaraknya dengan Desa Kadiwono lumayan jauh, sekira 2 kilo meter.

Saat saya datang kali pertama, Sri Haryati menyambut dengan ramah. Bahkan sering tertawa lepas, karena wanita yang mempunyai 6 anak ini, merupakan sosok humoris.

Ia mengisahkan tanah yang ditempati, dulu milik kakek neneknya. Singkat cerita tanah dijual kepada orang lain, warga Kabupaten Blora. Pemilik tanah kemudian membangun sebuah rumah, untuk tempat tinggal penjaga tandon air di sebelah rumah. Banyak yang tidak berani menempati.

Hingga akhirnya Sri Haryati ditawari untuk tinggal di rumah tersebut. Karena suami dan ibunya sudah meninggal dunia, sedangkan anak-anaknya telah berkeluarga, Sri memilih menerima tawaran, mau tinggal sendirian di lokasi terpencil. Tahun 2021 ini, bahkan sudah genap menempati selama 10 tahun.

“Saya semula mau ke tempat rumah anak saya, tapi oleh pemilik tanah nggak boleh. Ini rumah ditempati ibu saja, bilangnya gitu. Soalnya sudah cari orang nunggu di sini, nggak mau, nggak ada yang berani, “ ungkapnya.

Sri membenarkan oleh masyarakat setempat, kawasan sekitar rumahnya dikenal angker. Selain beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa, kondisinya juga sangat rimbun oleh pepohonan.

Ia menyebut belum pernah melihat langsung makhluk halus. Namun  merasa ada 2 sosok anak kecil yang kerap membayanginya, manakala dirinya terlalu lama pergi meninggalkan rumah.

“Saat ke tempat anak saya, 10 hari gitu sudah didatangi. Seperti ngajak saya lekas pulang, katanya nggak ada yang menemani, “ kata Sri.

Ketika malam, pintu rumahnya beberapa kali juga pernah diketuk, terdengar suara memanggil “Mbah..Mbah…”. Saat ia membuka pintu, ternyata tidak ada siapa-siapa. Bagi Sri, hal-hal seperti itu dianggap biasa.

“Ibu ya nggak takut, ndak merinding. Lha mau gimana lagi, “ imbuhnya sambil tersenyum.

Yang terbaru, ada kernet truk kebetulan menumpang parkir di halaman depan rumahnya. Istirahat di atas truk, tiba-tiba lewat tengah malam, sang kernet berteriak-teriak meminta tolong, menggedor kaca jendela kamarnya. Sri sebatas menenangkan yang bersangkutan, agar tidak larut dalam ketakutan.

“Saya ya jawab gak ada apa-apa di sini, orangnya masih saja ketakutan, ngomongnya ada sosok matanya besar mencorong, “ ucapnya.

Sri mengungkap sisi positif tinggal sendirian tanpa tetangga, membuat hidupnya tenang dan nyaman. Lagipula, sejauh ini tidak pernah ada pelaku berbuat jahat. Sisi kekurangannya, ia sering kesulitan mencari bahan belanjaan untuk keperluan memasak.

“Kalau nggak ada bakul keliling, ya terpaksa beli ke warung di dekat gapura perbatasan, “ terang Sri.

Meski memasuki usia senja, Sri masih giat bekerja sebagai penjual rempeyek, kuliner gorengan makanan ringan. Rempeyek dititipkan ke warung-warung dan dijual ke Pasar Medang, Blora.

Ia beralasan tak ingin merepotkan anak-anaknya. Meski hidup seadanya, Sri meyakini Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi umatnya.

“Misal besok ndak ada yang saya makan, saya ndak susah, karena Gusti Allah ndak tidur. Pasti kasih umatnya yang mau berusaha, “ pungkas Sri tertawa mantap. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan